26.1 C
Sidoarjo
Wednesday, July 8, 2026
spot_img

Gubernur Dukung Vocational Epicentre 2026, Optimis Perkuat Daya Saing SDM Vokasi Indonesia


Pemprov Jatim, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Vocational Epicentre 2026 yang akan digelar Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 2-4 Agustus 2026. Menurutnya, ajang berskala internasional tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat inovasi, memperluas kolaborasi, sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) vokasi Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menerima audiensi jajaran pimpinan Unesa yang dipimpin Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (6/7).

Gubernur meyakini, Vocational Epicentre 2026 akan menjadi wadah integratif untuk menampilkan keunggulan pendidikan vokasi, inovasi terapan, serta hasil kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, dan pemerintah. “Insya Allah kita siap untuk mendukung penuh penyelenggaraan Vocational Epicentre yang didalamnya ada OLIVIA XI 2026,” kata Khofifah, Selasa (7/7) malam.

Gubernur Khofifah meyakini, kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta hilirisasi inovasi terapan vokasi akan menjadi pilar strategis dalam menyongsong masa depan bangsa.

Melalui penyelenggaraan agenda besar ini, Jawa Timur siap membuktikan posisinya sebagai motor penggerak utama sekaligus episentrum kemajuan yang nyata bagi bangsa Indonesia.

ebagai informasi dalam Vocational Epicentre 2026 terdapat serangkaian kegiatan yaitu Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI 2026, THE 3 ICASVI, VOKASI EXPO 2026 dan KONGRES X FPTVI. Total peserta yang akan berpartisipasi diperkirakan mencapai 1.735 peserta dari dalam dan luar negeri.

Berita Terkait :  Guru Terapkan Media IFP Pada Siswa di Era Digital

Rangkaian kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam melahirkan sumber daya manusia yang siap bersaing di kancah global. Hal ini sejalan dengan tema yang diusung yaitu “Satu Titik, Sejuta Inovasi, Level Up The Nation”.

Salah satu agenda utama dalam perhelatan ini adalah Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) ke-XI Tahun 2026, yang merupakan hasil kolaborasi erat antara Unesa sebagai tuan rumah penyelenggara dan Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI).

Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 65 universitas vokasi se-Indonesia dengan total keterlibatan mencapai 1.504 tim, di mana babak penyisihan telah menggerakkan hampir 4.700 mahasiswa aktif jenjang D1 hingga D4 atau Sarjana Terapan dalam 26 tangkai lomba.

Khofifah meyakini kemajuan pendidikan vokasi di Jawa Timur bisa menjadi salah satu kunci bagi untuk menghubungkan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Tidak sebatas di dalam Indonesia, tapi pendidikan vokasi juga tengah berkembang di berbagai negara,

“Kesiapan SDM yang unggul, terampil, serta hilirisasi inovasi terapan dari ranah vokasi diyakini akan menjadi pilar utama dalam menyongsong masa depan bangsa.” ucapnya optimis.

Selain OLIVIA XI, agenda besar berikutnya adalah The 3rd International Conference on Aligning Sustainability with Vocational Innovations (ICASVI) 2026 yang mengusung tema “Applied Innovation for Sustainable Impact”.

Konferensi internasional yang dilaksanakan dalam format hibrida di Gedung Serba Guna (GSG) UNESA ini ditargetkan dihadiri oleh 300 partisipan, termasuk para dosen, peneliti, mahasiswa, serta praktisi dari belasan perguruan tinggi yang tersebar di berbagai negara dari tiga benua.

Berita Terkait :  Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Sampang, Menteri PU Tekankan Percepatan dan Kualitas

Konferensi tingkat internasional ini juga menghadirkan lima keynote speakers dari lima negara berbeda yang merepresentasikan tiga benua. Konferensi ini difokuskan pada publikasi ilmiah internasional bereputasi, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan terapan secara global.

“Ini kesempatan yang tentu sangat luar biasa bagi perguruan tinggi di Jawa Timur untuk bisa semakin berkembang. Bagaimana kita bisa berkontribusi tidak hanya di dalam tapi juga luar negeri,” tuturnya.

Selain forum ilmiah, Vocational Epicentre juga menyajikan Vokasi Expo 2026 sebagai sarana unjuk karya inovatif dari mahasiswa Fakultas Vokasi UNESA dari 16 program studi serta perguruan tinggi vokasi lainnya.

Kegiatan yang mengusung estimasi kehadiran 235 orang ini didominasi oleh 150 undangan eksternal dan turut mengundang para siswa SMA, SMK, maupun MA di seluruh wilayah Jawa Timur untuk menyaksikan hilirisasi karya kampus yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia industri.

Rangkaian acara ini juga diintegrasikan dengan Seminar Nasional dan Kongres ke-X Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI). Kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri oleh lebih dari 250 peserta, termasuk 139 pimpinan perguruan tinggi vokasi se-Indonesia, guna merumuskan arah serta kebijakan masa depan dunia pendidikan vokasi di tanah air.

Di akhir, Gubernur Khofifah kembali berpesan agar penyelenggaran Vocational Epicentre tahun 2026 kali ini akan semakin meningkatkan sinergi antara Fakultas Vokasi UNESA dan Pemprov Jatim.

Berita Terkait :  Seminar Museum Airlangga Gairahkan Minat Gen Z Terhadap Sejarah

Dimana, berbagai kerjasama telah terimplementasi melalui berbagai program nyata bersama jajaran dinas terkait, seperti Badan Riset dan Inovasi Daerah dalam pengembangan produk grafis digital berbasis kearifan lokal.

“Sejak periode pertama kepemimpinan kami, pendidikan telah menjadi prioritas. Kami yakin bahwa pendidikan adalah kunci penurunan bahkan pemutus kemiskinan. Oleh sebab itu, peningkatan SDM adalah kewajiban dan kita pastikan bahwa tidak ada masyarakat Jawa Timur yang tertinggal. No One Left Behind,” pungkasnya. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!