26.1 C
Sidoarjo
Wednesday, July 8, 2026
spot_img

Pemkab Bondowoso Gandeng Perhutani Garap 1000 Hektare Lahan

Pemkab Bondowoso, Bhirawa. – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperluas lahan garapan petani melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan kawasan hutan bersama kelompok Lembaga Desa Hutan (LDH) di Pendopo Kecamatan Sumber Wringin, Rabu (8/7).

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka ruang peningkatan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan kawasan hutan secara legal, produktif, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, Mulyadi, mengatakan perluasan lahan pertanian menjadi salah satu program prioritas yang terus diperjuangkan pemerintah daerah. Pada 2026, pemanfaatan kawasan hutan untuk kegiatan pertanian ditargetkan mencapai lebih dari 1.000 hektare.

“Berbagai program yang kami perjuangkan ke Kementerian Pertanian telah terealisasi dan manfaatnya mulai dirasakan petani. Harapannya produktivitas dan kesejahteraan petani terus meningkat,” ujar Mulyadi.

Selain program pemanfaatan kawasan hutan, Kabupaten Bondowoso juga memperoleh dukungan dari pemerintah pusat berupa pengembangan tanaman kopi seluas 1.700 hektare dan perluasan areal tebu seluas 2.350 hektare.

Bantuan lain yang diterima meliputi benih unggul, sarana produksi pertanian, alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan irigasi perpompaan, hingga pengembangan pertanian organik.

Sementara, Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso, Misbahul Munir, menjelaskan pada tahap awal kerja sama yang ditandatangani mencakup pemanfaatan kawasan hutan seluas 343 hektare dengan melibatkan 141 peserta dari kelompok Lembaga Desa Hutan.

Berita Terkait :  Polres Gresik Berantas Peredaran Miras Berkedok Toko Sembako

Menurutnya, kerja sama tersebut memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dalam mengelola kawasan hutan sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan sesuai ketentuan tanpa mengesampingkan aspek kelestarian lingkungan.

“Kami ingin masyarakat memanfaatkan kawasan hutan sesuai aturan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan tanpa mengabaikan kelestarian hutan,” kata Munir.

Di tempat yang sama, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan pembangunan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan pada penguatan hilirisasi komoditas unggulan agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Potensi kopi dan tebu Bondowoso harus naik kelas melalui hilirisasi, modernisasi pengelolaan, dan kemitraan sehingga manfaat ekonominya semakin besar bagi masyarakat,” ujar Lora Hamid sapaan karibnya itu.

Pemkab Bondowoso menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, Perhutani, dan kelompok masyarakat menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan usaha bagi petani, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,”tandasnya. [san.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!