26.1 C
Sidoarjo
Wednesday, July 8, 2026
spot_img

Pemanfaatan AI, 310 Guru Surabaya Ikuti Pelatihan di Unusa


Surabaya, Bhirawa – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya gelar pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru.

Kegiatan yang di ikuti oleh 310 guru SD dan SMP Kota Surabaya, berlangsung secara luring dan daring selama tiga hari itu mengangkat tema “Transformasi Pembelajaran di Era Digital untuk Mewujudkan Guru Inovatif dan Berdampak,”, pelatihan di ajarkan khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran, Rabu (8/7).

Dekan FKIP Unusa Dr. Nafiah, memperkenalkan pemanfaatan AI untuk membangun Learning Management System (LMS) dan media pembelajaran interaktif tanpa coding, guru dilatih membuat kelas digital, mengelola materi pembelajaran, tugas, kuis, hingga forum diskusi secara lebih mudah menggunakan platform berbasis AI dan LMS.

“Perkembangan AI menuntut guru jadi pemimpin transformasi pembelajaran, tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, penguasaan AI harus dibarengi kemampuan pedagogis supaya pembelajaran tetap berpusat pada peserta didik,” pungkasnya.

Nafiah berharap para guru mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan berdampak, sekaligus jadi agen transformasi digital di sekolah masing-masing tanpa meninggalkan nilai-nilai humanis yang menjadi hakikat pendidikan.

Sementara itu, Dosen Program Magister Pendidikan Dasar Unusa, Dr. Asmaul Lutfauziah mengatakan memberikan materi Science Storybook Berbantuan AI, dimana kecerdasan buatan bukanlah pengganti guru, tetapi alat bantu menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, kreatif, dan sesuai karakter peserta didik.

Berita Terkait :  PMB Unigoro Jalur Serbu Masih Dibuka, Dapatkan Diskon UKT dan Bebas Tes Masuk

“Konsep Science Storybook memadukan sains dengan cerita sehingga materi yang selama ini dianggap sulit dapat dipahami melalui alur cerita yang dekat dengan kehidupan anak. Dengan dukungan AI, guru lebih mudah menyusun cerita, ilustrasi, hingga aktivitas belajar yang sesuai dengan capaian pembelajaran.

Asmaul menjelaskan bahwa anak-anak pada dasarnya menyukai cerita, saat konsep sains dikemas dalam bentuk cerita yang menarik, akan lebih mudah memahami sekaligus mengingat materi, AI membantu guru mempercepat penyusunan bahan ajar, namun kreativitas dan sentuhan pedagogis tetap berada di tangan guru. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!