Pemkot Surabaya, Bhirawa. – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat penanganan banjir dan genangan air di sejumlah titik rawan. Melalui proyek pembangunan infrastruktur senilai sekitar Rp20 miliar, Pemkot memfokuskan pekerjaan pada pembangunan saluran drainase serta empat rumah pompa baru yang ditargetkan rampung dan beroperasi pada Oktober 2026.
Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, mengatakan anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan fisik saluran serta pengadaan rumah pompa baru, di antaranya Rumah Pompa Bosem dan Rumah Pompa Tanjungsari. Proses konstruksi fisik diperkirakan berlangsung selama dua hingga dua setengah bulan.
“Untuk memaksimalkan penanganan banjir, setiap rumah pompa akan dilengkapi pompa khusus lumpur (slurry pump). Pompa impor tersebut memiliki kapasitas masing-masing setengah meter kubik per detik, dan di setiap rumah pompa akan dipasang dua unit,” ujar Adi Gunita kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, proses pengadaan dan pemesanan pompa saat ini masih berlangsung. Peralatan tersebut diperkirakan tiba pada triwulan berikutnya untuk kemudian dipasang setelah pekerjaan konstruksi sipil selesai.
Selain di kawasan Tanjung Sadari, Pemkot Surabaya juga membangun rumah pompa baru di kawasan Margomulyo dengan spesifikasi yang sama, yakni masing-masing dilengkapi dua unit pompa lumpur berkapasitas setengah meter kubik per detik.
“Dengan demikian, total ada empat rumah pompa baru yang kami kebut agar dapat beroperasi penuh pada Oktober mendatang,” jelasnya.
Adi menerangkan, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Tanjungsari.
Menurutnya, sistem kerja yang diterapkan dimulai dengan menampung limpasan air hujan ke dalam bosem atau kolam retensi. Setelah debit air di saluran diversi menurun, air dari bosem dipompa menuju saluran baru yang saat ini sedang dibangun.
“Selanjutnya air dialirkan ke Rumah Pompa Tanjungsari untuk kemudian dibuang ke saluran pembuangan akhir melalui jalur diversi,” terangnya.
Di samping pembangunan infrastruktur baru, Pemkot Surabaya juga terus melakukan program normalisasi saluran sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir. Tahun ini, kegiatan normalisasi difokuskan di dua titik utama kawasan Pasar Asem.
“Pengerjaan di wilayah Pasar Asem sisi timur dilakukan secara manual tanpa alat berat, sedangkan di sisi barat akan dioptimalkan menggunakan alat berat. Seluruh rangkaian proyek ini kami targetkan selesai pada tahun ini,” pungkas Adi. [dre.hel]


