Situbondo, Bhirawa – Ada yang menarik disampaikan Wayan, perwakilan Regional Head Jawa Timur, saat meresmikan giling tebu perdana di Pabrik Gula (PG) Panji, Kabupaten Situbondo, Rabu sore (10/6) kemarin. Pria asli Bali itu berharap Rendemen tebu petani yang tergabung dalam APTR Situbondo diyakini akan mengalami kenaikan yang signifikan.
Menurut Wayan, dirinya sangat mendukung penuh semua program unggulan yang dilakukan PG Panji, Kabupaten Situbondo menjelang diresmikannya giling tebu perdana tahun 2026, kemarin. Salah satu diantaranya, PG Panji mendapatkan angka lulus tes tebu sebesar 99 persen lebih.
“Ya, tahapan yang dilakukan GM Pabrik Gula Panji bersama seluruh jajaran dan karyawan sangat bagus menjelang giling tebu perdana tahun 2036. Diantaranya, mulai maintenance, revisi sampai terakhir tes yang dinyatakan lulus 99 persen. Ini sebuah angka prestasi yang membanggakan,” ungkap Wayan.
Namun demikian, ulas Wayan, dirinya sangat berharap giling tebu perdana tahun 2026 di PG Panji dapat berjalan dengan lancar dan sukses sesuai dengan harapan semua elemen keluarga besar di Pabrik Gula Panji, Kabupaten Situbondo.
“Termasuk dengan target yang digariskan oleh HO bisa terlampaui dengan baik di semua sektor. Dan ini ada yang paling penting yakni semua karyawan diberikan keselamatan dalam memulai bekerja saat giling tebu perdana di Pabrik Gula Panji, Kabupaten Situbondo,” terang Wayan.
Tak cukup itu, ulas Wayan, dirinya menilai di musim tanam yang baik pada tahun 2026 ini, tebu milik petani bisa menaikkan rendemennya. “Terutama yang tergabung dalam APTR sehingga kedepan dapat meningkatkan tingkat pendapatan petani. Selain itu, para petani tebu disini juga membantu realisasi program peningkatan ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. “Semoga peningkatan kesejahteraan petani bisa tercapai,” pungkas Wayan.
Disisi lain, GM PG Panji, Nurman Arifin, mengaku optimis untuk target musim giling tahun 2026 ini tercapai dengan tepat sasaran.
“Ya, kami memang menargetkan giling tebu tahun ini bisa lebih besar dari tahun 2025 lalu yang hanya sebesar 234 ribu ton tebu. Untuk tahun ini kami akan giling tebu sebanyak 237 ribu ton tebu dengan gula sebesar Rp15 ribu ton,” urai Nurman Arifin. [awi.kt]


