Surabaya Bhirawa — Kehadiran perwakilan dari Konsulat Jenderal Jepang menjadi sorotan utama pada final Lomba UKM Berprestasi 2026 yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur di Ruang Aria Wiriaatmadja, Sidoarjo, Selasa (9/6/2026) sore.
Kehadiran Dr. Takonai Susumu dari Konsulat Jenderal Jepang membuka peluang nyata bagi pelaku UKM Jatim untuk menembus pasar global, khususnya Jepang, lewat penilaian kualitas dan rekomendasi peningkatan standar produk.
Sepuluh finalis yang lolos verifikasi mempresentasikan usaha mereka di hadapan dewan juri yang beragam, termasuk pemerhati pasar internasional. Selain menilai tata kelola dan inovasi, kehadiran konsulat menyoroti aspek standar mutu dan kesiapan penetrasi ekspor, dua kunci untuk memasuki pasar Jepang yang dikenal selektif.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, yang membuka acara, menekankan pentingnya kualitas dan strategi promosi dalam meningkatkan daya saing UKM.
“Keberlanjutan dan daya saing UKM tidak hanya ditentukan kemampuan produksi, tetapi juga kreativitas, inovasi, dan strategi promosi yang tepat sasaran memanfaatkan kanal pemasaran yang terus berkembang,” ujarnya.
Peluang koneksi internasional itu semakin konkret karena Konsulat Jenderal Jepang tidak sekadar hadir sebagai pengamat. Dengan kemampuan menilai standar kualitas produk, perwakilan Jepang dapat memberikan masukan teknis yang relevan untuk menyesuaikan produk lokal agar memenuhi preferensi konsumen Jepang dan regulasi impor. Bagi UKM yang siap beradaptasi, ini membuka jalur potensial ke jaringan buyer, distributor, dan pasar ritel di Jepang yang bernilai tinggi.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Haryo Bimo Bramantyo, menegaskan bahwa acara ini bertujuan lebih dari sekedar seremoni.
“Terlebih ada Dr. Takonai Susumu dari Konsulat Jenderal Jepang yang hadir untuk meninjau standar kualitas produk dan potensi penetrasi pasar internasional, khususnya Jepang,” ujar Bimo, begitu ia karib disapa.
Kehadiran konsulat, menurut Bimo, memperkuat peluang program Business Day dan sesi konsultasi bagi UKM untuk membuat rencana ekspor yang lebih matang.
Peran dewan juri lain juga memperkuat kesiapan internasional finalis. Arumi Bachsin Emil Dardak Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur memberi penekanan pada nilai tambah kreatif produk daerah yang bisa menjadi daya tarik di pasar luar negeri. Ketua Dekranasda itu menyatakan kegembiraannya atas perkembangan inovasi para pelaku UKM.
“Melihat para pelaku UKM ini yang ikut dalam acara ini mereka audah sangat berkembang. Banyak inovasi-inovasi yang telah ditunjukkan dan hal tersebut sangat berpengaruh bagi kemajuan usaha mereka kedepan,” tegas dia. [aya.kt]


