23.9 C
Sidoarjo
Tuesday, June 9, 2026
spot_img

Pelajar Probolinggo Dikader Tangkal Hoaks di Digital


Kota Probolinggo, Bhirawa
Dominasi pemilih muda dalam lanskap politik masa kini memicu Pemerintah Kota Probolinggo untuk bergerak cepat membekali generasi Z dengan literasi politik yang matang. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), pemkot mengumpulkan perwakilan pelajar tingkat SMA sederajat untuk dicetak menjadi agen perubahan dalam forum Kader Demokrasi Pelopor Masa Depan, Selasa (9/6).

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi tingginya angka pemilih pemula yang kerap menjadi target empuk disinformasi di ruang digital, sekaligus memacu partisipasi aktif mereka dalam pemilu maupun pilkada mendatang.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menegaskan bahwa para pelajar yang terpilih dalam program ini memikul tanggung jawab besar sebagai pionir. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pengikut arus, melainkan mampu mengedukasi teman sebaya mengenai pentingnya menyuarakan hak pilih demi arah pembangunan daerah.

“Adik-adik yang hadir hari ini adalah motor penggerak. Mengingat jumlah pemilih muda terus melonjak, keterlibatan aktif kalian sangat strategis dalam menentukan kualitas demokrasi kita ke depan,” ujar Dokter Aminuddin saat memberikan arahan di Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo.

Selain mendorong partisipasi kuantitatif, orang nomor satu di Pemkot Probolinggo tersebut juga meminta generasi muda memanfaatkan teknologi digital secara bijak. Menurutnya, digitalisasi harus menjadi alat untuk menciptakan iklim politik yang lebih transparan dan modern, bukan justru menjadi sarang polarisasi.

Berita Terkait :  Pimpinan DPRD Sumenep Sampaikan Nota Penjelasan Tiga Raperda Prakarsa Dewan

Senada dengan hal itu, Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo, M. Sonhadji, menjabarkan bahwa fokus utama dari program ini adalah penguatan literasi politik dan pemahaman etika berdemokrasi. Bakesbangpol ingin memastikan para pelajar memiliki kemampuan menyaring informasi sebelum membagikannya di media sosial.

“Kami ingin mencetak duta demokrasi yang cerdas dan kritis dari lingkungan sekolah. Mereka adalah aset yang akan mengawal jalannya demokrasi menuju Indonesia yang lebih maju,” kata Sonhadji.

Digelar secara hibrida (luring dan daring), acara ini juga melibatkan seluruh jajaran Forkopimda Kota Probolinggo sebagai pemateri lintas sektor. Mulai dari Ketua DPRD Dwi Laksmi Syntha yang mengulas wawasan kebangsaan, Polres Probolinggo Kota terkait bela negara, hingga KODIM 0820 yang memaparkan sistem pertahanan rakyat semesta.

Tak ketinggalan, materi hukum dan hak sipil juga disajikan secara komprehensif oleh Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri setempat untuk melengkapi pemahaman para kader muda mengenai tanggung jawab mereka sebagai warga negara. [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!