28 C
Sidoarjo
Saturday, May 23, 2026
spot_img

Tiket Pesawat Melambung, Komisi DPR RI Desak Subsidi Avtur untuk Selamatkan Penumpang

Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty

DPR RI Jakarta, Bhirawa.
Kenaikan harga tiket pesawat kembali menjadi keluhan masyarakat. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinilai ikut mendorong kenaikan harga avtur yang berdampak langsung pada tarif penerbangan tersebut.

Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty menegaskan, persoalan mahalnya tiket pesawat kini bukan lagi isu terbatas, melainkan telah menjadi aspirasi yang terus disuarakan masyarakat.

“Ini sebenarnya harga tiket pesawat ini menjadi salah satu aspirasi yang dari waktu ke waktu ini dikeluhkan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Saadiah, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, transportasi udara saat ini telah menjadi kebutuhan banyak orang karena efisiensi waktu dan kecepatan mobilitas, sehingga kenaikan harga tiket sangat terasa dampaknya.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak yang menjadi pengguna moda transportasi udara. Bukan lagi digunakan oleh kalangan ekonomi menengah ke atas saja, tetapi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Anggota Fraksi PKS ini mengingatkan bahwa tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar berpotensi semakin memperburuk kondisi. Jika dolar terus menguat, harga avtur akan ikut naik dan mendorong kenaikan tarif tiket.

“Dan juga dikhawatirkan jika terjadi dolar yang tinggi ini juga akan berpengaruh kepada kenaikan harga tiket,” tambahnya.

Dalam rapat bersama pemerintah, DPR telah meminta penjelasan dan mendorong langkah konkret untuk menahan lonjakan harga tersebut. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pemberian subsidi avtur, seperti yang diterapkan di sejumlah negara.

Berita Terkait :  Didominasi Wajah Baru, DPD RI Siap Wujudkan Parlemen Modern

“Kami harapkan agar jika avtur itu naik ada subsidi avtur seperti yang dilakukan oleh beberapa negara, misalnya Malaysia. Kenapa harga avtur naik tapi mereka bisa menstabilkan harga tiket, karena ada subsidi negara kepada avtur,” jelas Saadiah.

Ia menilai, Indonesia selama ini masih berfokus pada subsidi bahan bakar umum, sementara avtur belum mendapatkan perhatian yang sama.

“Indonesia subsidinya masih subsidi BBM, belum ada subsidi ke avtur. Sehingga diharapkan ada subsidi dari negara untuk harga avtur agar maskapai tidak kolaps dan tetap bisa melayani masyarakat,” ungkapnya.

Dengan adanya subsidi tersebut, Saadiah berharap harga tiket pesawat dapat dikendalikan bahkan diturunkan agar lebih terjangkau. “Sehingga pengguna maupun maskapai tidak terbebani, harga bisa distabilkan, dan yang kita harapkan itu bisa turun, jangan naik terus,” pungkasnya.[ira.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!