29.6 C
Sidoarjo
Wednesday, May 20, 2026
spot_img

Mendikdasmen Lepas 3600 Lulusan SMK dan LKP Program Bekerja ke Luar Negeri

  • Jatim Kirim Peserta Terbanyak
  • 1.734 Pekerja Migran Alumni asal dari Jatim akan Bekerja di Tujuh Negara
    Pemprov, Bhirawa
    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas 3.600 lulusan SMK dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk bekerja di luar negeri, Rabu 20/5).

Pelepasan ini sekaligus peluncuran Program Kelas Keberkerjaan Luar Negeri SMK 3+1. Dengan rincian peserta sebanyak 3.000 peserta berasal dari lulusan SMK dan 600 lainnya merupakan lulusan LKP.

Poada program ini Jawa Timur menjadi provinsi dengan peserta terbanyak secara nasional. Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, terdapat 1.734 pekerja migran alumni dan 3.186 siswa yang akan mengikuti program magang kerja luar negeri dari 115 SMK negeri dan swasta di Jawa Timur.

Sementara itu, jumlah peserta yang telah lolos seleksi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan siap bekerja mencapai 1.617 orang.

Para peserta akan ditempatkan di 14 negara tujuan, yakni Turki, Jerman, Arab Saudi, Taiwan, Malaysia, Singapura, Jepang, Singapura, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Thailand, Bulgaria, Brunei Darussalam. Jepang menjadi negara tujuan terbanyak dengan 1.216 peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga meluncurkan Program Kelas Keberkerjaan Luar Negeri SMK 3+1 sebagai upaya menyiapkan lulusan SMK agar siap memasuki dunia kerja nasional maupun internasional.

Berita Terkait :  Usai Ikuti Misi Dagang di Lampung, UMKM Sorgum Binaan Bank UMKM Jatim Panen Pesanan

“Programnya ada dua. Pertama pelepasan lulusan SMK dan kursus untuk bekerja di luar negeri. Kedua peluncuran program SMK 3+1 untuk menyiapkan lulusan SMK memasuki dunia kerja baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan, melalui program tersebut siswa menempuh pendidikan SMK selama tiga tahun, kemudian mendapatkan tambahan satu tahun pembekalan kerja melalui kemitraan dengan perusahaan dan berbagai agensi di dalam maupun luar negeri.

Menurutnya, program tersebut merupakan realisasi arahan Presiden agar lulusan SMK siap memasuki dunia kerja. Karena itu, pemerintah juga memperkuat pelatihan bahasa asing bagi siswa SMK yang diproyeksikan bekerja di luar negeri.

“Kami memberikan pelatihan bahasa dan pembekalan budaya, regulasi hingga sistem hukum negara tujuan agar mereka siap bekerja secara profesional,” katanya.

Selain itu, Kemendikdasmen juga mendampingi peserta dalam proses administrasi keberangkatan, mulai pengurusan paspor, visa hingga dokumen keimigrasian lainnya. Abdul Mu’ti menegaskan seluruh peserta diberangkatkan melalui jalur resmi dan telah memiliki kontrak kerja dengan lembaga resmi di negara tujuan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang dinilai menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan pendidikan vokasi dan program keberkerjaan luar negeri.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin mengatakan pelepasan kali ini menjadi tahap pertama dan didominasi peserta dari Jawa Timur.

Berita Terkait :  Bupati Gresik Beri Penghargaan Pendonor, Sampaikan Tantangan dan Optimisme PMI Tahun Depan

“Setelah ini akan ada pelepasan dari provinsi lain secara bertahap dalam tiga sampai empat bulan ke depan,” ujarnya.

Tatang menjelaskan, SMK yang mengikuti program dipilih melalui proses pengajuan ke Direktorat SMK, kemudian dilakukan asesmen sebelum ditetapkan melalui surat keputusan menteri.

Ia menambahkan kebutuhan tenaga kerja berbeda di setiap negara. Jepang dan Korea banyak membutuhkan tenaga kerja sektor caregiver, pertanian dan manufaktur, sedangkan Turki lebih banyak pada sektor hospitality.

“Setiap negara punya kebutuhan berbeda dan mereka percaya dengan tenaga kerja dari Indonesia,” katanya.

Sementara untuk peserta dari LKP, menurut Tatang, program telah berjalan cukup lama. LKP umumnya telah memiliki job order dari luar negeri dan memberikan pelatihan bahasa selama enam bulan hingga satu tahun sebelum pemberangkatan.

Berdasarkan data Dindik Jawa Timur, daerah penyumbang peserta terbanyak berasal dari Kabupaten Tulungagung dengan 1.628 peserta dari 11 SMK. Disusul Madiun 431 peserta dari dua SMK, Sidoarjo 358 peserta dari 17 SMK, Kabupaten Pasuruan 329 peserta dari delapan SMK, Kota Malang 320 peserta dari 12 SMK, dan Kabupaten Tuban 314 peserta dari enam SMK.

Bidang kompetensi peserta meliputi teknik mesin, teknik listrik, farmasi, teknik komputer dan jaringan, tata boga, teknik sipil, serta agribisnis dan agroteknologi.

Kepala Dindik Jawa Timur, Aries Agung Paewai menyebut tingginya partisipasi Jawa Timur dalam program kerja luar negeri tidak lepas dari penguatan strategi pentahelix serta link and match antara kurikulum SMK dengan kebutuhan industri global.

Berita Terkait :  Hadiri Puncak HPN PWI Jatim 2025, Khofifah: Pers Berperan Wujudkan Ketahanan Pangan

“Kami juga terus mendorong sekolah memperkuat empat pilar pengembangan pendidikan, yakni peningkatan kualitas pembelajaran, akselerasi sertifikasi kompetensi berstandar global, penguatan bahasa asing, serta perluasan kerja sama dengan industri internasional,”tegasnga. [ina.gat*]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!