29.6 C
Sidoarjo
Wednesday, May 20, 2026
spot_img

Pemprov Jatim Dorong PT JGU Serius Kelola IKT Puspa Agro

Pemprov Jatim, Bhirawa.
Jawa Timur memposisikan diri sebagai episentrum ekonomi dan pusat konektivitas utama yang menghubungkan wilayah Indonesia Barat dan Timur. Lewat visi Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berkomitmen dengan meningkatkan layanan mengembangkan Program Hub Logistik & Konektivitas.

Artinya, Pemprov Jatim kini tengah mengelola arus komoditas dan rantai pasok nasional melalui integrasi pelabuhan utama, bandara, dan kawasan industri. Langkah Pemprov Jatim di wujudkan lewat kolaborasi bersama Badan Karantina Indonesia melakukan reaktivasi dan peresmian Instalasi Karantina Terpadu. Instalasi Karantina Terpadu di Puspa Agro ini menjadi instalasi karantina terpadu pertama di Indonesia, menjadikan layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan menjadi satu kesatuan, juga terintegrasi.

Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono mengatakan, jika pengembangan instalasi karantina di Puspa Agro ini potensinya sangat besar. Terutama bagi pendokrak sektor ekonomi Jawa Timur. “Jika itu dijadisatukan ya bersama dengan teknologinya, maka prosesnya jadi cepat, satu pintu dan memudahkan ya (bagi pelaku bisnis),” kupas dia, Rabu (20/5/2026).

Keberadaan Instalasi Karantina di Kawasan Pasar Induk Puspa Agro ini diharapkan dapat menjadi terobosan bagi pelaku usaha dan bisnis yang ada di Jatim. Terlebih Jatim saat ini menjadi salah satu Provinsi Lumbung Pangan Nasional, dimana komoditas pangan baik itu dari hasil pertanian, perkebunan dan hasil laut di Jatim. Sehingga keberadaan Instalasi Karantina Terpadu (IKT) ini sangatlah sentral dan dibutuhkan tidak hanya untuk Jatim tetapi juga Indonesia bagian timur.

Berita Terkait :  Lima Belas Pompa Air Diaktifkan untuk Mengatasi Banjir di Kabupaten Lamongan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, Provinsi Jawa Timur menyumbang 17,48 persen terhadap produksi beras nasional. Jatim secara konsisten mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan utama Indonesia dengan capaian angka produksi padi dan luas tanam yang dominan.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Biro Perekonomian Sekertaris Daerah Provinsi (Setdaprov) Jatim, MHD Aftabuddin Rijaluzzaman, menegaskan bahwa keberadaan Instalasi Karantina Terpadu (IKT) yang berada di area Pasar Induk Puspa Agro tersebut menjadi kewenangan PT Jatim Grha Utama (PT JGU). Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT JGU memiliki pekerjaan rumah yang sangat penting bagi pengelolaan Instalasi Karantina Terpadu pertama di Indonesia ini.

“Ya, Yang musti dipastikan dan menjadi tugas PT JGU itu ya memastikan domain dari kolaborasi yang sudah dilakukan. Nanti Barantin kewenangan dan tugasnya apa saja, PT JGU domainnya dimana dan Pasar Induk Puspa Agro itu apa, sehingga harus jelas, tugas maupun nilai ekonomi yang dikeluarkan dan didapat,” ungkap Afta saat dikonfirmasi Bhirawa.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika ada 50 hektar total luas lahan di Pasar Induk Puspa Agro yang dapat dimanfaatkan dan dikolaborasikan dengan Barantin yang dapat dimanfaatkan sebagai Instalasi Karantina Terpadu. “Ya, itu JGU yang mengelola. Nanti keluar masuk ternak antar Provinsi lewat Puspa Agro. Jadi perdagangannya antar daerah Provinsi dan Negara nantinya. Kedepan yang mana domainnya harus di perjelas. PT JGU harus memastikan kolabirasi dari sisi bisnisnya ya,” urai Afta menambahkan.

Berita Terkait :  Ratusan CJH Asal Tuban, Ikuti Pemantapan Manasik Haji di SIG Pabrik Tuban

Saat ini perkembangan operasional Instalasi Karantina Terpadu (IKT) Puspa Agro tengah berjalan. Proses perizinan karantina yang semula dilakukan di Area Pelabuhan Tanjung Perak akan di pindah ke Pasar Induk Puspa Agro secara bertahap. “Mulai 2026 sudah berjalan setelah peresmian kemarin ya, mudah-mudahan lancar dan tidak ditemukan kendala,” pungkasnya menutup.

Sebelumnya, Badan Karantina Indonesia (Barantin) resmi meresmikan Instalasi Karantina Terpadu pertama di Indonesia yang berlokasi di kawasan Puspa Agro, Jemundo, Kecamatan Taman, Jumat, 8 Mei 2026. Fasilitas modern tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, sebagai langkah strategis pemerintah dalam mempercepat layanan karantina sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi komoditas nasional.[aya.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!