Jombang, Bhirawa
Warga sekitar rumah kelahiran Sang Proklamator, Ir. Soekarno atau Bung Karno di Gang Buntu Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang meminta agar rumah kelahiran Bung Karno segera ditetapkan sebagai cagar budaya.
Warga memandang, dengan ditetapkannya rumah kelahiran Bung Karno sebagai cagar budaya, bakal berdampak positif untuk warga, termasuk berdampak positif pada sisi perekonomian warga.
“Kami berharap agar rumah kelahiran Bung Karno ini segera ditetapkan sebagai cagar budaya. Agar dampaknya dapat memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat,” kata Abdul Ghoni, warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Rabu (20/05) usai kunjungan Komisi D DPRD Kabupaten Jombang ke rumah kelahiran Bung Karno.
Lebih lanjut, Abdul Ghoni juga berharap, agar dewan juga memperhatikan lingkungan sekitar rumah kelahiran Bung Karno dengan memberikan bantuan untuk jalan lingkungan dan juga lampu penerangan jalan.
Untuk diketahui, pada Rabu siang (20/05), Komisi D DPRD Kabupaten Jombang dan Disdikbud Kabupaten Jombang mengunjungi rumah kelahiran Bung Karno yang berada di Gang Buntu Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.
Di lokasi, mereka melihat langsung kondisi sisa bangunan rumah kelahiran Bung Karno, kemudian berdialog dengan warga setempat.
Permintaan agar rumah kelahiran Bung Karno segera ditetapkan sebagai cagar budaya juga datang dari Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, RM. Kuswartono.
“Kita berharap, pemerintah segera menetapkan. Karena di dalam dokumen pahlawan-pahlawan tempat lahirnya Bung Karno belum jelas, masih debatebel,” kata Kuswartono.
Kuswartono mengatakan, Bung Karno merupakan tokoh besar yang mendunia. Oleh karenanya, jika sejarah kelahirannya tidak segera diclearkan, hal itu menjadi aib kita semua.
“Karena sosok Soekarno ini adalah sosok dunia. Banyak dunia yang bertanya-tanya, dan kita tidak bisa menjawab. Ini kan aib sebenarnya,” ujar Kuswartono.
“Untuk itu kami minta situs kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang ini segera ditetapkan sebagai cagar budaya,” tandas Kuswartono.
Sementara terkait permintaan warga agar dewan dapat membantu perbaikan jalan lingkungan dan lampu penerangan jalan menuju rumah kelahiran Bung Karno, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jombang, Erna Kuswati menjanjikan akan membantu.
“Nanti kita masukkan Pokir saya. Kita juga berproses. Mudah-mudahan di APBD Perubahan 2027 ada anggaran, agar nanti ini bisa direalisasikan,” tukas Erna Kuswati. [rif.kt]


