Jombang, Bhirawa
Rombongan biksu dari sejumlah negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam ‘Indonesia Walk for Peace 2026’ tiba di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Selasa (19/05). Di Tebuireng ini, puluhan biksu itu berdoa bersama dan melakukan tabur bunga di pusara Presiden ke-4 RI, KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur.
Ketua rombongan, Bhante Tejapunnyo, mengatakan, perjalanan damai 57 biksu ini rencananya ditempuh selama puluhan hari.
Dimulai dari Brahmavihara-Arama, Buleleng, Bali, pada 9 Mei 2026 dan berakhir di Candi Borobudur, Jawa Tengah, untuk memperingati hari Trisuci Waisak yang jatuh pada 31 Mei 2026.
Para biksu berasal dari sejumlah negara di Asia Tenggara. Seperti Malaysia, Laos, Thailand, dan Indonesia.
“Hari ini kita melakukan doa bersama di makam Gus Dur. Tidak ada kalimat terbaik selain doa,” kata Bhante Tejapunno yang berasal dari Banyuwangi ini.
Bhante Tejapunnyo menuturkan, Gus Dur selalu dikenang oleh umat Budha, karena jasa Gus Dur yang sangat besar tentang pluralisme Indonesia.
“Beliau adalah guru bangsa. Jasa-jasa itulah yang selalu kami ingat,” tutur Bhante Tejapunno.
Ketika tiba di Ponpes Tebuireng Jombang para biksu disambut hangat oleh pengurus Ponpes Tebuireng.
Puluhan biksu itu kemudian menuju makan keluarga besar Ponpes Tebuireng. Mereka lantas beristirahat sebentar untuk melepaskan penat di gazebo.
Mereka kemudian mendekat ke pusara Gus Dur, dan duduk bersila di depan makam cucu Hadratussaikh KH Hasyim Asy’ari tersebut. Keluarga Ponpes Tebuireng, KH Riza Yusuf Hasyim atau Gus Riza ikut mendampingi para biksu di makam Gus Dur.
Acara doa bersama ditutup dengan tabur bunga. Para biksu bergantian mengambil keranjang berisi bunga, lalu menaburkannya di atas pusara Gus Dur. Mereka juga menaburkan bunga di atas pusara KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Yusuf Hasyim, dan juga di pusara KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. [rif.kt]


