Gresik, Bhirawa
Suasana penuh semangat dan aroma aspal panas terasa memenuhi Dusun Slempit, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Senin (18/5). Hari itu, pembangunan jalan di wilayah tersebut resmi memasuki tahap pengaspalan, setelah sebelumnya dikerjakan selama 14 hari penuh melalui semangat gotong royong yang melibatkan warga setempat bersama para prajurit TNI.
Dari pantauan di lokasi, kegiatan pengerjaan sudah berlangsung aktif sejak pagi hari, dengan alat berat yang bergerak meratakan aspal panas di sepanjang jalan. Tak hanya tenaga kerja dan alat berat, sejumlah warga juga terlihat turun tangan membantu kelancaran proses pembangunan. Di sisi lain, anak-anak warga tampak antusias menyaksikan perubahan yang terjadi di lingkungannya, sebuah pembangunan yang telah lama menjadi harapan dan perhatian seluruh masyarakat desa.
Sebagai hasil dari pengerjaan ini, jalan yang sebelumnya hanya memiliki lebar sekitar 4 meter kini diperlebar menjadi 6 meter, dengan panjang pengerjaan mencapai 85 meter dan ketebalan lapisan aspal mencapai 10 sentimeter. Sebelum tahap pengaspalan dimulai, pekerjaan telah dilakukan bertahap, mulai dari pembongkaran badan jalan lama, pelebaran sisi kanan-kiri jalan, penimbunan material dasar, hingga proses pemadatan menggunakan alat berat agar struktur jalan kokoh dan awet.
Safari Wibowo, salah satu warga Desa Slempit, mengaku pembangunan ini merupakan hal yang sangat dinantikan oleh masyarakat. Pasalnya, kondisi jalan lama yang sempit seringkali menyulitkan perjalanan, terutama saat kendaraan roda empat berpapasan di jalan yang sama.
“Sekarang jalannya mulai diperlebar dan kondisinya jauh lebih baik. Warga tentu sangat senang dan bersyukur karena akses jalan kita jadi jauh lebih bagus dan nyaman dilalui,” ungkap Safari dengan gembira.
Kebersamaan yang terjalin dalam proyek ini tidak hanya terlihat dari tenaga yang dikerahkan. Warga juga menunjukkan rasa terima kasih dan antusiasmenya dengan cara menyediakan konsumsi berupa minuman dan makanan ringan bagi para pekerja maupun prajurit TNI yang sedang bekerja di lapangan.
Febri Junaidi, warga Gresik yang turut memantau jalannya pembangunan, menilai bahwa kegiatan ini membawa dampak lebih besar daripada sekadar perubahan fisik jalan. Menurutnya, proyek ini berhasil menghidupkan kembali dan mempererat rasa persaudaraan antarwarga desa.
“Yang terlihat jelas di sini bukan cuma pembangunan fisik jalannya saja, tapi semangat kebersamaan dan persatuan warga juga muncul kembali dan terasa begitu kuat,” ujar Febri.
Kini, warga Desa Slempit berharap pembangunan jalan ini dapat rampung tepat waktu, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kelancaran aktivitas warga, serta mendongkrak perkembangan perekonomian desa ke arah yang lebih baik.


