Surabaya, Bhirawa
Sebanyak 155 pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya periode 2024-2029 resmi dilantik oleh Ketua Umum, Adik Dwi Putranto. Prosesi pelantikan yang dilakukan di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Minggu (17/5) malam tersebut menjadi simbol kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kota Surabaya.
“Untuk pertama kalinya pelantikan pengurus Kadin Surabaya dilaksanakan di Taman Surya. Taman Surya bukanlah simbol gedung pemerintahan, tetapi simbol keterbukaan, simbol kolaborasi dan simbol bahwa pertumbuhan ekonomi harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” terang Ketua Kadin Surabaya, HM Ali Affandi LNM dalam sambutannya.
HM Ali Affandi yang akrab dipanggil mas Andi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi yang dinilai membuka ruang sinergi dengan dunia usaha. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Mas Eri Cahyadi yang telah membuka ruang kolaborasi dan memberikan kehormatan bagi Kadin Surabaya untuk hadir di rumah besar masyarakat Kota Surabaya ini,” tuturnya.
Mas Andi menjelaskan, sebelum pelantikan berlangsung, Kadin Surabaya telah menjalankan lebih dari 139 agenda dalam kurun satu setengah tahun terakhir. Hal itu menjadi bukti bahwa organisasi tersebut aktif dan progresif. “Lebih dari 139 agenda dalam satu setengah tahun ini tercatat untuk menunjukkan bahwa Kadin Surabaya adalah organisasi yang aktif, progresif, dan hadir memberikan manfaat,” terangnya.
Selain itu, Andi juga memaparkan sejumlah program strategis yang dijalankan Kadin Surabaya. Salah satunya adalah misi dagang domestik dan internasional melalui kolaborasi dengan Kadin Jawa Timur di bidang perdagangan, jasa dan logistik.
“Beberapa waktu lalu pada misi dagang ke Malaysia, kami melihat langsung bagaimana produk dan potensi usaha Surabaya memiliki daya saing untuk masuk ke pasar global. Karena kami percaya, Kadin Surabaya tidak boleh hanya berpikir lokal, tetapi membawa Surabaya menjadi kota yang semakin global,” jelasnya.
Bahkan Kadin Surabaya juga menjadi salah satu inisiator penyusunan Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya. Program tersebut ditargetkan melahirkan Perwali TKDV dan pengembangan rumah vokasi. “Karena tantangan terbesar kita ke depan bukan hanya soal investasi, tetapi bagaimana mempersiapkan SDM unggul yang adaptif terhadap perubahan industri dan teknologi,” katanya.
Sementara, di sektor UMKM, Kadin Surabaya bersama Klinik Investasi DPMPTSP menghadirkan ruang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan kurasi produk, pelatihan naik kelas, hingga fasilitasi legalitas usaha seperti NIB dan sertifikasi halal. “Kami percaya UMKM bukan hanya pelengkap ekonomi, UMKM adalah fondasi ekonomi rakyat,” ujar mas Andi.
Ia juga menyoroti pentingnya olahraga sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kota. Menurutnya, event olahraga mampu menggerakkan sektor perhotelan, UMKM, hingga industri kreatif. “Tahun 2027 Kota Surabaya akan menjadi tuan rumah Porprov Jawa Timur. Ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi ruang ekonomi besar yang harus dimanfaatkan bersama,” paparnya.
Untuk itu, Kadin Surabaya, lanjut mas Andi, siap berkolaborasi dengan KONI Surabaya untuk mendorong sport tourism, event ekonomi, dan pemberdayaan UMKM yang terhubung dengan ekosistem olahraga. “Kami mendukung penuh target 250 medali emas dan ingin memastikan ketika atlet bertanding, ekonomi rakyat juga ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto mengingatkan, sebagai mitra strategis pemerintah, ada konsekuensi logis tang harus diemban Kadin, yaitu harus mempunyai peran strategis. Menurutnya, salah satu bentuk peran strategis tersebut adalah menyelaraskan program Kadin dengan arah pembangunan pemerintah, mulai dari RPJMN, RPJMD Provinsi Jawa Timur hingga RPJMD Kota Surabaya.
Ia menilai Surabaya memiliki potensi besar karena didukung kualitas sumber daya manusia yang tinggi. “Kalau kita lihat indeks pembangunan manusia Kota Surabaya itu sangat luar biasa, hampir mentok di angka 84. Ini diukur dari pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan tingginya indeks pembangunan manusia juga memicu urbanisasi besar-besaran ke Surabaya yang berdampak pada meningkatnya persaingan kerja dan usaha.”Persaingan global sekarang bukan lagi di luar negeri, tetapi sudah masuk ke Kota Surabaya,” katanya.
Karena itu, Adik menilai peningkatan produktivitas tenaga kerja menjadi tantangan utama yang harus diatasi bersama pemerintah dan dunia usaha. Ia mengapresiasi langkah Kadin Surabaya yang telah berkolaborasi dengan dinas terkait dalam program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja.
Adik juga menyoroti pentingnya Tim Koordinasi Vokasi Daerah (TKDV) yang melibatkan unsur pemerintah, Kadin, kampus, balai latihan kerja, hingga lembaga kursus untuk menyiapkan SDM unggul. “Tujuannya adalah menciptakan sumber daya manusia unggul, ada yang siap bekerja sesuai kebutuhan industri dan ada yang menjadi wirausaha baru,” imbuhnya.
Untuk itu, Adik mendorong Kadin Surabaya mendata kebutuhan kompetensi industri lima tahun ke depan, termasuk kebutuhan tenaga kerja di sektor green jobs atau pekerjaan berbasis ramah lingkungan. Pada kesempatan yang sama, sisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, Samsul Hadi, juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya.
“Kota Surabaya adalah kota jasa dan perdagangan, di mana pergerakan ekonomi menjadi kekuatan utama. Dalam pergerakan ekonomi ini, kehadiran Kadin diharapkan memiliki peran strategis sebagai mitra Pemerintah Kota Surabaya,” ujarnya.[riq.ca]


