29.5 C
Sidoarjo
Monday, May 18, 2026
spot_img

Bidik Pasar Global, Pemkab Bondowoso Genjot UMKM Naik Kelas

Bondowoso, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso semakin serius mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing hingga pasar internasional. Komitmen itu ditunjukkan melalui pembukaan Pekan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Berkah 2026 di Gedung PLUT Bondowoso, Kelurahan Kota Kulon, Senin (18/).

Program tersebut tidak sekadar menjadi agenda pelatihan biasa, melainkan dirancang sebagai inkubasi massal untuk memperkuat kualitas, daya saing, hingga kesiapan ekspor produk lokal Bondowoso. Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Bondowoso, jajaran Staf Ahli Bupati, Asisten I dan Asisten II Setda Bondowoso, kepala perangkat daerah, hingga kepala bagian di lingkungan Pemkab Bondowoso.

Mewakili Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, Plt Asisten II Setda Bondowoso Nunung Setianingsih, menegaskan bahwa kualitas produk menjadi faktor utama agar UMKM lokal mampu menembus pasar global. “Melalui pelatihan seperti ini, pelaku UMKM akan semakin terbuka wawasannya, memiliki jejaring, dan mampu meningkatkan kualitas produknya sehingga bisa naik kelas hingga tingkat global,” ujarnya.

Nunung menjelaskan, tantangan terbesar yang masih dihadapi pelaku UMKM saat ingin masuk pasar ekspor adalah minimnya pemahaman terkait regulasi administrasi, proses kurasi produk, hingga standardisasi sertifikasi internasional. Karena itu, Pekan PLUT KUMKM Berkah 2026 secara khusus menghadirkan pelatihan ekspor yang disusun secara komprehensif, mulai dari pengenalan prosedur hingga tahapan teknis yang harus dipenuhi pelaku usaha.

Berita Terkait :  Bupati Sidoarjo Minta Maaf akibat Sampah di TPS3R Menumpuk

Menurutnya, potensi produk Bondowoso sejatinya telah mendapat tempat di pasar internasional. Sejumlah produk unggulan seperti arang, tape crispy, sambal kecombrang, hingga kerajinan berbahan batok kelapa disebut telah diminati pasar Malaysia dan sejumlah negara di Timur Tengah. Meski demikian, persoalan branding masih menjadi tantangan penting yang perlu dibenahi.

Pemkab Bondowoso juga menilai percepatan UMKM naik kelas tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi multipihak atau pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga perbankan, akademisi, komunitas kreatif, hingga dukungan masyarakat untuk mencintai produk lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso Hergiar Yuli Pramanto, menjelaskan bahwa Pekan PLUT KUMKM Berkah 2026 berlangsung selama enam hari, mulai 18 hingga 23 Mei 2026.

Berbagai agenda strategis telah disiapkan, mulai dari pelatihan peluang usaha berbasis potensi lokal, pelatihan teknis ekspor, inkubasi bisnis kuliner, pengolahan kopi hulu-hilir, pengembangan industri kriya, lokakarya pemasaran digital (digital marketing), hingga pengenalan energi alternatif berbasis ekonomi kreatif.

“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kapasitas SDM pelaku usaha, memperkuat nilai tawar produk berbasis kearifan lokal, serta meningkatkan daya saing produk Bondowoso agar mampu bersaing di pasar regional, nasional, hingga global,” katanya.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan sejumlah mitra strategis seperti Bank Indonesia (BI), Bank Jatim, perguruan tinggi, dan komunitas praktisi usaha. Pihaknya optimistis program tersebut dapat melahirkan generasi baru pelaku UMKM yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan digitalisasi, sekaligus mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.[san.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!