Pemkot Probolinggo, Bhirawa
Komitmen menjaga kerukunan dan memperkuat toleransi antarumat beragama terus digaungkan Pemerintah Kota Probolinggo. Salah satunya melalui deklarasi Rumah Ibadah Ramah Anak yang digelar dalam Sarasehan Tokoh Perempuan Lintas Agama di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo, Jumat (15/5).
Kegiatan yang diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo itu dibuka Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin. Dalam sambutannya wali kota menegaskan pentingnya membangun nilai toleransi sejak usia dini melalui lingkungan keluarga maupun rumah ibadah.
”Perempuan, khususnya seorang ibu, merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Dari tangan seorang perempuan lah nilai kasih sayang, kepedulian, penghormatan terhadap perbedaan serta semangat hidup rukun mulai diperkenalkan sejak dini,” ujar Aminuddin.
Menurut Aminuddin, pendidikan toleransi menjadi investasi penting untuk menyiapkan generasi yang inklusif, moderat dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Ia juga mengapresiasi deklarasi Rumah Ibadah Ramah Anak yang dinilai sebagai langkah progresif dalam mendukung predikat Kota Layak Anak yang disandang Kota Probolinggo.
”Rumah ibadah harus menjadi tempat yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak. Tempat yang menumbuhkan cinta kasih, mengajarkan kedamaian dan membangun karakter,” katanya.
Dalam kegiatan ini dilakukan penandatanganan Deklarasi Rumah Ibadah Ramah Anak oleh tokoh lintas agama, perangkat daerah serta jajaran forkopimda sebagai simbol komitmen bersama menciptakan rumah ibadah yang inklusif dan ramah terhadap tumbuh kembang anak.
Ketua FKUB Kota Probolinggo Ahmad Hudri mengatakan, perempuan dan anak menjadi fokus utama FKUB dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk. Menurutnya, rumah ibadah perlu diubah paradigmanya agar tidak hanya menjadi tempat ritual, namun juga pusat pembinaan karakter generasi muda.
”Anak-anak harus merasa nyaman berada di rumah ibadah agar mereka dekat dengan agamanya dan dekat dengan Tuhannya,” ujar Hudri.
Hudri menambahkan, sejumlah rumah ibadah di Kota Probolinggo mulai menyediakan ruang bermain dan aktivitas ramah anak guna menarik minat generasi muda mengikuti kegiatan keagamaan secara positif.
Sebelumnya, Kota Probolinggo juga menerima penghargaan sebagai Kota Terbaik Zona Berkembang dalam Indeks Kota Toleran 2025 dari Setara Institute. Penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat. [irf.fen]


