29.2 C
Sidoarjo
Monday, May 11, 2026
spot_img

Usung Inklusi, Pemkot Surabaya Buka 3 PAUD Baru


Surabaya, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menambah fasilitas pendidikan bagi anak usia dini dengan meresmikan tiga satuan PAUD Negeri baru.

Tiga satuan PAUD Negeri baru antara lain TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan, PAUD Negeri Seruni Sidotopo dan PPT Seruni Nambangan, yang memiliki keunggulan masing-masing, menyesuaikan kebutuhan lingkungannya. Senin, (11/5/2026)

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan Pemkot Surabaya memiliki komitmen menggratiskan biaya pendidikan bagi anak inklusi dari keluarga kategori desil 1 hingga 5, mulai dari tingkat TK hingga SMA.

“Saya sudah meminta Dinas Pendidikan untuk terus mendata kebutuhan kelas inklusi supaya tidak ada anak yang tertinggal karena kendala biaya,” jelasnya

Lanjut Eri menjelaskan konsep integrasi antara PAUD, TK, dan SD dalam satu Lokasi, bertujuannya membentuk transaksi karakter sejak dini, yang mana anak-anak lebih tua (SD) belajar menjaga adiknya, dan anak-anak PAUD/TK merasa nyaman karena sudah mengenal lingkungan sekolah lanjutannya.

“Seperti di PPT Seruni Nambangan keunikannya lokasinya yang berada di dekat pasar, Fasilitas dibangun berdasarkan saat berbincang dengan pedagang pasar yang kesulitan menyekolahkan anaknya karena kendala pengawasan saat bekerja, akhirnya kami bentuk PAUD/PPT di dekat pasar supaya ibu-ibu penjual sayur atau ikan tetap bisa mencari nafkah sambil mengawasi anaknya sekolah, Pendidikan jalan, ekonomi keluarga juga jalan,” katanya.

Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani mengukapkan tiga PAUD diresmikan memiliki keunggulan masing-masing, menyesuaikan kebutuhan lingkungannya.

Berita Terkait :  Unesa Terima 8.813 Maba, Prodi FK Paling Ketat

“TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan hadir memberikan akses bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), PAUD Negeri Seruni Sidotopo mengusung konsep One Stop Service (TPA, KB, TK, hingga SD dalam satu lokasi), ini mempermudah orang tua, menghemat biaya transportasi, dan menjaga kestabilan emosional anak saat naik jenjang pendidikan, dan PPT Seruni Nambangan terletak di dekat pasar, ini menjadi solusi bagi pedagang agar tetap bisa bekerja sambil memastikan anaknya mendapatkan stimulasi gizi dan pendidikan yang bermutu,” tuturnya.

Rini menyampaikan dari puluhan ribu anak usia 5-6 tahun yang terindikasi belum sekolah, sebanyak 98,61 persen atau sekitar 25.497 anak berhasil diakseskan ke layanan PAUD melalui kerja sama hingga tingkat kelurahan.

“Pendidikan bukan sekadar layanan rutin, tapi investasi strategis jangka panjang untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 yang cerdas, sehat, dan berkarakter,” pungkas Rini.

Sementara itu, Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menambahkan bahwa program ini selaras dengan pilar utama kementerian, yakni pendidikan bermutu yang inklusif, adaptif, dan partisipatif.

“Ini tidak sekadar meresmikan gedung, tapi menyiapkan harapan dan ruang tunggu masa depan bagi anak-anak, saya akan mempromosikan model pendidikan inklusi Surabaya ini setiap kali saya keliling Indonesia,” imbuh Gogot.

Gogot menceritakan berdasarkan pengalamannya tinggal di negara maju seperti Amerika Serikat dan Prancis saat bertugas di UNESCO, konsep Pra-SD yang menyatu dengan sekolah dasar adalah standar global untuk menyiapkan mental dan fisik anak. [ren.kt]

Berita Terkait :  Warek 2 Untag Nilai Society 5.0 Belum Jawab Ketimpangan Digital

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!