Surabaya, Bhirawa
Pesan berantai yang menyebut sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya dan Sidoarjo terancam berhenti beroperasi karena dana pemerintah belum cair, beredar luas di grup WhatsApp (WAG), Kamis (8/5/2026).
Dalam pesan tersebut disebutkan seluruh dapur di Surabaya dan sebagian di Sidoarjo mengalami kendala pencairan anggaran hingga terpaksa mempertimbangkan penghentian operasional sementara.
“Sedang terjadi kendala di seluruh dapur di Surabaya bahwa dana dari pemerintah tidak cair. Jika belum cair maka kami terpaksa harus berhenti operasional dahulu sampai dana dari pusat cair,” demikian isi pesan yang beredar.
Sementara itu, pesan lain yang beredar di Sidoarjo menyebut layanan MBG dari Dapur SPPG Sidoarjo Cemengkalang akan sementara berhenti mulai 8 Mei 2026 akibat keterlambatan pencairan dana.
“Terkait jadwal dimulainya kembali distribusi MBG akan kami informasikan lebih lanjut setelah terdapat kepastian pencairan dana,” bunyi pengumuman tersebut.
Menanggapi kabar itu, Ketua Satgas MBG Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengaku telah melakukan pengecekan langsung kepada pihak Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia menegaskan persoalan pencairan dana memang terjadi di beberapa dapur, namun tidak seluruhnya seperti yang disebut dalam pesan berantai.
“Barusan saya cek ke BGN, tidak semua dapur mengalami masalah tersebut, dan tidak hanya di Surabaya saja,” kata Emil saat dikonfirmasi Bhirawa, Kamis (8/5/2026).
Wakil Gubernur Jatim itu juga menyebut kendala pencairan dana tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga dialami sejumlah daerah lain. Meski demikian, proses pencairan disebut sudah mulai berjalan.
“Menurut PPK dari BGN, sudah mulai diproses pencairannya,” ujarnya.
Emil menjelaskan pencairan dana dilakukan melalui mekanisme virtual account masing-masing pihak pengelola dapur. “Pencairan ke Virtual Account,” pungkasnya.
Saat ini, pihaknya memastikan terus memantau perkembangan agar layanan MBG tetap berjalan dan tidak mengganggu operasional di lapangan. [geh.kt]


