29.6 C
Sidoarjo
Sunday, May 3, 2026
spot_img

Hadapi Wacana Penutupan Prodi, Unesa Fokus Perbaikan Kurikulum dan Integrasi AI


Surabaya, Bhirawa
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendapatkan wancana tentang penutupan program studi (prodi) yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri tengah menjadi perhatian perguruan tinggi di Indonesia.

Menutup program studi yang minim peminat maupun tidak lagi sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja, kampus memastikan program studi tidak akan langsung ditutup, tapi diberi waktu selama untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan jumlah mahasiswa baru. Jumat, (1/5/2026)

Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., mengatakan evaluasi program studi harus dilakukan secara hati-hati dan tidak hanya melihat tren pasar kerja sesaat, dimana sejumlah program studi memiliki peran penting bagi kebutuhan bangsa meski tidak seluruhnya berorientasi langsung pada industri.

“Masih dalam kajian, prodi-prodi ada yang sudah link dengan industri, ada yang tidak, itu bagian dari persoalan-persoalan bangsa dan negara juga harus tetap dipertahankan,” katanya.

Lanjut Nurhasan menjelaskan bahwa Unesa terus melakukan penyesuaian kurikulum supaya lulusan memiliki kompetensi relevan dengan perkembangan zaman, terutama penguatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pada pembelajaran.

“Kampus berupaya menyiapkan mahasiswa supaya mampu bertahan di tengah perubahan dunia kerja yang cepat, sehingga sudah menyiapkan para mahasiswa ketika proses perkuliahan, mereka jadi mahasiswa tangguh tidak mudah putus asa, temanya resiliansi di era global, karena itu penting banget di era ketidakpastian ini,” pungkasnya.

Berita Terkait :  84 Pengelola SPPG di Sidoarjo Diminta Jaga Keselamatan Pekerja

Sementara itu, Wakil Rektor I Unesa, Prof. Dr. Martadi, M.Sn., mengukapkan evaluasi telah dilakukan sejak Unesa berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), bahkan membentuk bidang khusus yang menangani pembukaan dan penutupan program studi.

“Ketika Unesa sudah PTN-BH lalu, sudah memetakan mana prodi-prodi yang trennya menurun, kemudian yang tetap stabil dan ada trennya naik,” ungkap Prof. Martadi

Prof. Dr. Martadi menyampaikan program studi mengalami tren penurunan tidak otomatis harus dihapus, kampus terlebih dahulu melakukan analisis penyebab menurunnya minat mahasiswa sebelum menentukan langkah lanjutan, terdapat sekitar enam hingga tujuh program studi jenjang S1 dan S2 yang saat ini masuk tahap evaluasi, sebagian besar berasal dari rumpun kependidikan, meski ada pula program studi ilmu murni.

“Penurunan minat sejumlah program studi dipengaruhi berbagai faktor, seperti perubahan kebijakan kurikulum di sekolah yang membuat beberapa mata pelajaran tidak lagi diajarkan secara spesifik, faktor lain yang memengaruhi ialah jumlah lulusan yang dinilai sudah terlalu banyak di lapangan sehingga memengaruhi minat calon mahasiswa untuk masuk ke program studi tertentu,” tuturnya.

Prof. Dr. Martadi menambahkan Unesa tidak ingin gegabah menutup program studi sebab mempertimbangkan nasib mahasiswa dan lulusan, Karena itu sebelum kampus melakukan kajian komprehensif untuk memastikan kebijakan tersebut tidak merugikan mahasiswa maupun alumni program studi terkait. [ren.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!