28.3 C
Sidoarjo
Sunday, June 21, 2026
spot_img

Story Analisis Film Muda Unjuk Gigi di ‘Lensa Rupa’, Ipang PWO: Film Bagus Berawal dari Keresahan Jujur Dari Hati


Oleh :
Aldian Surya Pradana
Mahasiswa Aktif Ilmu Komunikasi Untag Surabaya

Ekosistem kreatif di kalangan pelajar Surabaya tampaknya punya masa depan yang cerah. Hal ini dibuktikan lewat suksesnya acara Screening & Talk Show Lensa Rupa yang diinisiasi oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya.

Digelar di Auditorium IFI Surabaya, Komplek AJBS pada Sabtu (30/5) lalu, acara ini sukses mempertemukan para sineas muda dari tingkat SMA/SMK se-Surabaya dengan praktisi industri kreatif profesional. Tidak tanggung-tanggung, komika sekaligus konten kreator kawakan, Ipang PWO, hadir sebagai bintang tamu utama untuk membagikan resep dapur industri film dan konten.

Uji Mental Sutradara Muda Lewat Bedah Film
Acara dibuka dengan tensi yang cukup seru lewat sesi bedah film pendek. Karya-karya terbaik dari perwakilan sekolah yang hadir diputar langsung di hadapan audiens. Menariknya, para sutradara muda ini ditantang naik ke atas panggung untuk membedah isi kepala mereka-mulai dari alasan pemilihan angle kamera, tema, hingga pemilihan pemeran (talent).

“Tegang sekali saat ditanya soal alasan pengambilan angle kamera dan pemilihan talent. Tapi dari sini kami jadi tahu, membuat film bukan sekadar soal kamera bagus, melainkan soal pesan yang sampai ke penonton,” aku salah satu peserta yang ikut merasakan kursi panas diskusi.

Kupas Tuntas Film ‘WANOJA’ Bersama Ipang PWO
Memasuki puncak acara, Ipang PWO mengambil alih panggung lewat sesi talk show yang interaktif. Pria yang dikenal dengan pendekatan lugas dan humoris ini menekankan bahwa keterbatasan alat bukanlah alasan untuk berhenti berkarya.

Berita Terkait :  Pemprov Jatim Siapkan 3 Tempat Prototipe Sekolah Rakyat
Gambar 2 Talk show Bersama Ipank PWO


“Film atau konten yang bagus bermula dari keresahan yang jujur. Jangan takut memulai hanya karena keterbatasan alat. Industri sekarang membutuhkan orang yang punya ide berani dan eksekusi yang konsisten,” tegas Ipang di hadapan ratusan peserta yang antusias.

Tak hanya berbagi teori, Ipang juga langsung membedah salah satu film karya pribadinya yang berjudul “WANOJA”. Film ini mengisahkan perjuangan emosional seorang anak perempuan yang bertekad melestarikan kesenian Wayang Golek dan bercita-cita menjadi seorang dalang, mengikuti jejak sang ayah.

Menurut Ipang, seorang sutradara pada dasarnya hanya membutuhkan ruang untuk saling berbagi (sharing) dan bercerita tentang karyanya agar ide-ide tersebut bisa terus berkembang luas.

Jembatan Kreatif Pelajar dan Industri
Sebelum acara berakhir, keseruan ditutup dengan sesi intim di mana seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan menuliskan pesan-kesan mereka pada secarik kertas warna-warni yang ditempel di papan apresiasi. Sesi foto bersama Ipang PWO pun menjadi penutup manis agenda hari itu.

Gambar 3 Penulisan Kesan & Pesan Acara Lensa Rupa


Keberhasilan Lensa Rupa menjadi bukti nyata bagaimana mahasiswa UNTAG Surabaya mampu mengambil peran sebagai jembatan pembuka antara dunia pendidikan dan realitas industri. Lewat ruang diskusi dua arah seperti ini, pelajar Surabaya membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekadar penikmat karya, melainkan kreator masa depan yang siap meramaikan industri perfilman tanah air. [*]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!