29 C
Sidoarjo
Thursday, April 30, 2026
spot_img

Peserta Juleha Tuban Jalani Praktik Penyembelihan di RPH Bancar

Para peserta pelatihan Juleha yang merupakan takmir masjid dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Tuban, yang dilaksanakan pada 28-29 April 2026 oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban.

Tuban, Bhirawa.
Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang merupakan takmir masjid dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Tuban, yang dilaksanakan pada 28-29 April 2026 oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban.

Kepala DKP2P Tuban, Eko Julianto menjelaskan pelatihan ini dilaksanakan karena dinilai memiliki urgensi yang cukup signifikan untuk para peserta terkait.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan takmir masjid dalam penyembelihan hewan yang sesuai dengan syariat, dengan prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Pelaksanaan praktik di RPH juga menunjukkan upaya menghadirkan metode pembelajaran yang aplikatif dan berbasis lapangan.

Pada hari pertama, pelatihan dilaksanakan di P4S Bumi Peternakan Wahyu Utama, Bancar, dengan penyampaian materi oleh perwakilan Balai Besar Peternakan Kota Batu. Materi yang disampaikan, meliputi pemeriksaan hewan kurban, penanganan daging yang benar, serta prinsip penyembelihan yang sesuai dengan syariat islam.

Memasuki hari kedua, kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-H) Bancar, dengan menitikberatkan pada praktik lapangan, meliputi penyembelihan hewan kurban dan penanganan daging secara langsung, Rabu (29/04/2026).

Sejak dimulai, antusiasme peserta membuat suasana pelatihan tampak hidup. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan serius, mulai dari persiapan alat, teknik penyembelihan, hingga penanganan daging kurban.

Berita Terkait :  Tutup Tahun 2025, Dindik Jatim Gelar Muhasabah dan Doa Bersama

Kegiatan praktik ini menjadi momen yang ditunggu, karena peserta dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh pada hari sebelumnya.

Salah peserta asal desa Tuwiri Kulon kecamatan Merakurak, Mamat mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti pelatihan ini. Ia menyebut, jika materi yang diberikan tidak hanya sebatas teori saja, melainkan juga keterampilan teknis yang sangat bermanfaat.

“Banyak sekali ilmu yang kami dapatkan, mulai dari cara mengasah pisau dengan benar, cara menyembelih yang halal, sampai bagaimana membagi dan memotong daging sesuai bagian-bagiannya,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan peserta, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang bisa langsung diterapkan, khususnya saat pelaksanaan kurban.

Mamat berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, semakin banyak pula warga yang memiliki kompetensi sebagai juru sembelih halal. Ia juga mengapresiasi fasilitas yang diberikan selama pelatihan berlangsung.

“Peralatannya lengkap sekali, mulai dari sarung tangan, masker, penutup rambut, celemek, sepatu, sampai pisau. Ini sangat membantu kami saat melakukan praktik di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, pemateri dari BBPP Batu, Eko Saputro menilai meskipun sebagian besar peserta tidak memiliki latar belakang profesi penyembelih, namun semangat belajar mereka sangat tinggi.

“Mereka sangat antusias karena ini ilmu baru. Biasanya hanya memotong tanpa tahu klasifikasi daging, sekarang mereka dikenalkan dengan potongan utama seperti tenderloin dan sirloin yang punya nilai ekonomi lebih,” jelasnya.

Berita Terkait :  Wakil Ketua DPR RI: Tak Boleh Ada Toleransi Segala Bentuk Kekerasan anak di Daycare Yogyakarta

Eko Saputro menekankan pelatihan ini memiliki menfaat yang penting, tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga dalam menjamin kehalalan produk daging yang dikonsumsi masyarakat. Tujuan utamanya agar tersedia daging halal dan thayyib bagi masyarakat.

“Proses penyembelihan harus sesuai syariat, karena di titik ini sangat krusial, bisa menentukan daging itu halal atau tidak,” tegasnya.

Dengan diadakannya kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan teknik penyembelihan yang benar dan higienis, serta memahami standar pengolahan daging yang lebih baik.

Di samping itu, para peserta diharapkan dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Sehingga, pelaksanaan kurban di masyarakat dapat berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. [hud.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!