Kabupaten Madiun, Bhirawa
Bupati Madiun menegaskan Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki peran penting dalam menjaga moralitas bangsa serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Juga ditegaskan lima peran utama MUI, yakni sebagai pewaris nabi (warasatul ambiya’), pemberi fatwa, mitra pemerintah, pelayan umat, serta pelaksana amar ma’ruf nahi munkar.
”MUI hadir bukan untuk kepentingan politik, tetapi untuk menjaga kemaslahatan umat dan keutuhan bangsa. Ini yang harus menjadi komitmen bersama,” tegas Bupati Madiun, H Haru Wuryanto saat menghadiri Pengukuhan dan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Kab. Madiun digelar di Pendopo Muda Graha, Kab. Madiun, Minggu Malam (26/4).
Sedang Muskerda ini diharapkan menjadi momentum strategis bagi MUI Kabupaten Madiun untuk merumuskan program kerja yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan umat. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan komitmen dalam membangun sinergi antara ulama dan pemerintah daerah.
Dengan dibukanya Muskerda secara resmi oleh Bupati Madiun, diharapkan seluruh program yang dihasilkan mampu membawa kemaslahatan bagi masyarakat serta memperkuat peran MUI sebagai pilar keagamaan di Kabupaten Madiun.
Pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Madiun Masa Khidmat 2025-2030 oleh perwakilan Dewan Pembina MUI Jawa Timur. Dalam kesempatan ini, Bupati Madiun, H Hari Wuryanto juga dikukuhkan Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kab. Madiun, sedangkan Wakil Bupati Madiun, dr Purnomo Hadi dipercaya sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan.
Ketua MUI Kabupaten Madiun, Muhammad Munir, membacakan nama pengurus baru dalam sambutannya mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membesarkan MUI sebagai rumah umat Islam. Ia menegaskan peran MUI sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shodiqul hukumah (mitra pemerintah).
”Dengan semangat itu, mari kita wujudkan program kerja lima tahun ke depan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. MUI harus hadir membina umat sekaligus mendukung program pemerintah daerah,” tegas
Munir berharap, sinergi yang kuat antara ulama dan pemerintah mampu mewujudkan Kabupaten Madiun sebagai daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Pengukuhan dan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) bertema ‘Peningkatan Kualitas Umat, Mendorong Kesejahteraan Sosial, Menuju Kabupaten Madiun Bersahaja’ ini dihadiri Bupati Madiun H Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr Purnomo,Hadi, unsur Forkopimda, perwakilan Dewan Pembina MUI Provinsi Jawa Timur, Pj. Sekda Sigit Budiarto, kepala OPD, camat, para kiai, pimpinan ormas Islam, serta jajaran pengurus MUI yang dilantik. [dar.fen]


