28 C
Sidoarjo
Monday, April 27, 2026
spot_img

Gus War Soroti Pentingnya Penyelesaian Alun-alun Kediri bagi Warga

Kediri, Bhirawa
Pemerintah Kota Kediri membuka ruang dialog dengan sejumlah tokoh masyarakat guna mencari solusi atas pembangunan Alun-Alun Kediri yang hingga kini belum selesai.

Pertemuan tersebut digelar di kediaman salah satu tokoh masyarakat dan dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Kepala Dinas Kominfo, serta sejumlah tokoh masyarakat Kota Kediri.

Dalam forum itu, tokoh masyarakat Muhammad Anwar Iskandar atau Gus War berharap pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Kediri dapat segera dimulai kembali.

Menurut pendiri Pondok Pesantren Al-Amien Rejomulyo itu, penyelesaian proyek penting agar kawasan pusat kota tidak terlihat kumuh.

Ia menilai kebersihan serta kerapian alun-alun dapat menjadi cerminan warga Kota Kediri yang bersih, tertib, dan tertata.

Selain itu, Gus War menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan dari belum selesainya pembangunan tersebut. Sebelum proyek berjalan, kawasan alun-alun menjadi tempat masyarakat dan pelaku UMKM berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dulu sebelum dibangun itu kan tempat masyarakat berjualan mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari, setelah dibangun masyarakat berhenti. Setelah selesai akan memberi kesempatan kepada masyarakat yang sempat terhenti usahanya untuk menjalankan kehidupan jualannya sehari-hari aktif lagi, ini merupakan aspek sosial dan ekonomi yang sangat penting,” terangnya.

Menurutnya, keberadaan alun-alun juga dibutuhkan sebagai ruang publik bagi masyarakat untuk berolahraga santai maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.

Berita Terkait :  Trump: AS Tak Butuh Bantuan Buka Selat Hormuz

“Pertama, akan kelihatan wajah dan etalase Kota Kediri yang rapi, bersih, dan baik. Kedua, bisa menghidupkan UMKM. Ketiga, bisa menjadi tempat rekreasi kecil bermain keluarga,” sebutnya.

Gus War berharap seluruh pihak, baik Pemerintah Kota Kediri maupun rekanan, dapat menyelesaikan persoalan yang ada dengan mempertimbangkan tidak hanya aspek material, tetapi juga kepentingan sosial masyarakat.

“Jangan semuanya hanya dihitung berdasarkan angka-angka yang bersifat material tapi aspek-aspek sosial, aspek-aspek yang bersifat humaniti juga perlu untuk diperhatikan. semoga bisa segera clear dan terwujud secepatnya,” tandasnya. [van.nov]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!