Pemkot Malang, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan langkah proaktif dalam menekan angka kasus kanker serviks. Sebagai upaya nyata, pemeriksaan deteksi dini digelar secara serentak di 16 Puskesmas se-Kota Malang dengan target sasaran mencapai 2.500 warga.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kesehatan perempuan merupakan prioritas strategis pemerintah daerah. Menurutnya, kesehatan ibu dan perempuan menjadi pilar utama dalam membangun kualitas keluarga serta menyiapkan generasi mendatang yang unggul.
“Kami ingin kaum perempuan di Kota Malang semakin peduli terhadap kesehatan reproduksinya. Pemeriksaan ini merupakan langkah krusial sebagai deteksi dini, sehingga jika ditemukan indikasi medis, penanganan dapat dilakukan jauh lebih cepat dan efektif,” ujar Wali Kota Wahyu Hidayat saat memantau pelaksanaan program tersebut, kemarin.
Wahyu menjelaskan, akses layanan kesehatan ini diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Hal ini dimungkinkan berkat adanya sinergi anggaran melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat.
“Target kami 2.500 peserta. Seluruhnya gratis tanpa dipungut biaya sedikitpun, karena kita mendapat dukungan pendanaan DAK dari pusat untuk penguatan sektor kesehatan di daerah,” tegas orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang menambahkan bahwa pemilihan 16 titik Puskesmas tersebut bertujuan untuk mendekatkan akses layanan kepada masyarakat. Dengan penyebaran lokasi pemeriksaan, diharapkan tidak ada lagi kendala jarak bagi warga yang ingin memeriksakan diri.
“Sengaja kami laksanakan serentak di seluruh Puskesmas agar aksesnya merata. Masyarakat cukup datang ke fasilitas kesehatan terdekat. Harapan kami, cakupan kepesertaan meningkat secara signifikan,” terangnya.
Pihaknya juga mengingatkan bahwa kanker serviks sering kali bersifat silent killer, yakni tidak menimbulkan gejala pada stadium awal. Oleh karena itu, pemeriksaan berkala sangat direkomendasikan bagi perempuan usia produktif maupun kelompok rentan.
Selain memberikan layanan medis, Dinkes Kota Malang juga menggencarkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pola hidup sehat. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun budaya sadar kesehatan yang berkelanjutan di tengah masyarakat Kota Malang. [mut.kt]


