Kota Malang, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang secara resmi melepas keberangkatan 36 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan menunaikan ibadah haji tahun 2026.
Pelepasan yang berlangsung khidmat di Masjid Baiturrohim, Balai Kota Malang, Senin (20/4) kemarin, dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
Dalam arahannya, Wali Kota Wahyu Hidayat menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan momentum penting untuk penguatan karakter dan integritas bagi para abdi negara. Ia mewanti-wanti agar para ASN menjaga sikap dan perilaku selama berada di Tanah Suci.
“Ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang membentuk kesabaran dan keikhlasan. Selama di sana, Bapak dan Ibu adalah representasi pemerintah daerah. Tunjukkan sikap disiplin, tertib, dan saling menolong agar citra ASN Kota Malang tetap terjaga,” tegas Wahyu di hadapan para jamaah.
Mengingat kondisi cuaca dan padatnya prosesi ibadah, orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang ini juga mengingatkan pentingnya menjaga stamina.
Ia meminta para ASN fokus beribadah dan menanggalkan sejenak beban pekerjaan kantor agar dapat meraih predikat haji yang mabrur.
Selain itu pihaknya juga meminta agar para jamaah mendoakan agar Kota Malang tetap kondusif dan masyarakatnya makin sejah tera. “Mohon didoakan kami yang di Malang,”pintanya.
Sementara itu, Plt Kepala BKPSDM Kota Malang, Hendro Martono, menjelaskan bahwa dari 36 ASN yang berangkat, terdiri dari 8 laki-laki dan 28 perempuan. Mayoritas jamaah berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Dinas Kesehatan (Dinkes), dengan masing-masing mengirimkan 12 personel.
Hendro memastikan bahwa keberangkatan puluhan ASN ini tidak akan mengganggu roda pemerintahan maupun pelayanan publik di Kota Malang. Hal ini dikarenakan komposisi jamaah didominasi oleh staf dan pejabat fungsional, bukan pejabat struktural strategis.
“Seluruhnya adalah staf dan pejabat fungsional lintas OPD. Tidak ada pejabat struktural, baik eselon II maupun kepala bidang yang berangkat tahun ini. Jadi, kami pastikan tidak ada kekosongan jabatan strategis dan tugas-tugas signifikan tidak akan terdampak,” jelas Hendro.
Khusus untuk ASN dari Dinas Kesehatan, Hendro menambahkan bahwa sebagian dari mereka juga mengemban tugas tambahan sebagai tenaga kesehatan pendamping jamaah haji.
Terkait situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, Pemkot Malang meminta para jamaah untuk tetap tenang dan tidak cemas. Pemerintah pusat melalui kementerian terkait dipastikan terus berkoordinasi untuk menjamin keamanan serta memberikan pelayanan maksimal bagi seluruh jamaah haji Indonesia. [mut.dre]


