29 C
Sidoarjo
Wednesday, April 8, 2026
spot_img

Dinas PUPR Kabupaten Jombang Bersihkan Sumbatan Afvoer Watudakon

Pembersihan tumpukan sampah di Afvoer Watudakon oleh Dinas PUPR Kabupaten Jombang.

Jombang, Bhirawa.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang mengerahkan alat berat untuk membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air di sejumlah titik jembatan di Afvoer Watudakon. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi banjir yang berasal dari luberan Afvoer Watudakon yang berdampak pada sekitar 500 hektar tanaman Padi di sejumlah desa yang dilewati Afvoer Watudakon.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang Imam Bustomi melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Sultoni mengatakan, penanganan dilakukan secara cepat dengan mengerahkan ekskavator.

Berdasarkan hasil identifikasi, kondisi Afvoer Watudakon sebelumnya dalam keadaan penuh air.

“Dampaknya bahkan dirasakan hingga Kabupaten Mojokerto, yang mengalami banjir di area persawahan dan hampir masuk ke permukiman warga,” kata Sultoni, Rabu (01/04).

Dalam penanganan tersebut, petugas membersihkan dua titik sumbatan utama yang berada di Desa Carangrejo dan Desa Pojokerjo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Sumbatan didominasi material berupa ranting bambu yang tersangkut di pilar jembatan.

Sultoni menjelaskan, beberapa titik sumbatan sudah dibersihkan dengan ekskavator.

“Ada dua titik,” ucapnya.

Upaya tersebut cukup memperlancar aliran air meski masih terdapat beberapa sumbatan yang belum tertangani karena keterbatasan akses.

“Masih ada beberapa sumbatan yang belum ditangani karena aksesnya tidak ada. Kalau dipaksakan bisa merusak tanggul dan berpotensi meluber. Sementara kami tunda dulu,” bebernya.

Berita Terkait :  Tanah Longsor Kagetkan Warga, Akses Menuju Pura Kota Batu Tertutup

Seiring penanganan yang dilakukan oleh Dinas PUPR Kabupaten Jombang, kondisi genangan air dilaporkan mulai surut di sejumlah wilayah. Seperti di Desa Carangrejo, Kedungbetik, hingga Podoroto sampai ke bagian hilir.

Ke depan, Dinas PUPR Kabupaten Jombang menilai diperlukan normalisasi saluran secara menyeluruh. Namun, pelaksanaannya masih menunggu tindak lanjut dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

“Memang butuh normalisasi. Kami sudah bertemu PPK, tapi karena kondisi air masih tinggi, kemungkinan baru dilakukan beberapa bulan ke depan, menunggu cuaca dan curah hujan,” ungkapnya.(adv.rif)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!