26 C
Sidoarjo
Tuesday, April 7, 2026
spot_img

Hujan Ekstrem dan Angin Kencang Kota Batu Picu Longsor dan Rusak Rumah Warga

Tanah longsor dan kerusakan rumah warga terjadi akibat cuaca ekstrem yang masih menyelimuti Kota Batu hingga saat ini, Selasa (7/4). (Anas/Bhirawa)

Kota Batu, Bhirawa.
Memasuki bulan April ini seharusnya Negeri ini mulai memasuki musim kemarau. Namun sampai saat ini belum ada tanda adanya pergantian musim. Bahkan di Kota Batu cuaca ekstrem masih menjadi ancaman yang harus diwaspadai. Memasuki pekan kedua bulan ini, hujan deras disertai angin kencang masih terjadi hingga menyebabkan kerusakan rumah warga, dan memicu terjadinya tanah longsor.

Laporan pertama terjadinya angin kencang datang dari Jl Darmo Ngaliman, Desa Pesanggrahan, Kecamatan/ Kota Batu. Senin (6/4) malam, hujan deras yang disertai angin kencang telah menyeabkan beberapa rumah terdampak. Atap rumah dengan dimensi panjang 6 meter dan lebar 4 meter terbang terbawa angin.

“Dan material atap rumah yang terbawa bangin kencang ini menimpa bangunan kandang milik Bapak Karman, serta atap bagian dapur rumah milik Bapak Dariono,” ujar Suwoko, Kalaksa BPBD Kota Batu, Selasa (7/4).

Mengetahui kejadian ini, BPBD Kota Batu langsung melakukan tindakan cepat dan asesmen di lokasi kejadian. Mereka melakukan penanganan awal guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan, serta mengantisipasi potensi risiko lanjutan. Dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

BPBD Kota Batu melaksanakan distribusi bantuan logistik berupa terpal kepada warga terdampak bencana cuaca ekstrem. Bantuan ini digunakan sebagai penanganan darurat untuk melindungi bagian bangunan yang terdampak. Selanjutnya, petugas terus melakukan pemantauan di lokasi, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Berita Terkait :  BPPKAD Sampang Sebut Kesadaran Bayar Pajak Masih Rendah

Selain angin kencang, hujan deras di waktu yang sama juga memicu terjadinya tanah longsor di Jl Trunojoyo, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/ Kota Batu. Hujan deras yang terjadi mengakibatkan tebing mengalami longsor dengan dimensi tinggi 10 meter, lebar 2 meter, dan panjang 1 meter.

“Material longsor berupa tanah dan ranting pohon menutup sebagian bahu jalan sehingga menyebabkan arus lalu lintas sempat terganggu. Namun dipastikan tidak ada korban dalam musibah angin kencang maupun tanah longsor yag terjadi,” jelas Suwoko.

Dan kembali lagi BPBD Kota Batu telah melakukan asesmen serta penanganan awal di lokasi kejadian. Kali ini mereka mempercepat proses pembersihan material longsor dan mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Dalam catatan BPBD, cuaca ekstrem yang melanda Kota Batu telah menyebabkan terjadinya beberapa kali musibah bencana alam. Sebelumnya, warga Kota Batu sempat dikagetkan adanya tanah longsor di Dusun Sabrangbendo, tepatnya di Jl Kembang Kopi, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji.

Akibat kejadian ini mengakibatkan plengsengan teknis yang ada di kawasan tersebut ambrol. Tak hanya itu, rumah warga yang berada di atas plengsengan yang ambrol kini posisinya menggantung dan rawan ambles.

“Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi telah menyebabkan tanah mengalami soil saturation atau kejenuhan air hingga menyebabkan tanah longsor di Dusun Sabrangbendo,” tambah Suwoko.

Longsoran terjadi pada struktur plengsengan dengan dimensi panjang 6 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 2 meter. Adapun estimasi volume material terdampak sekitar 24 meter kubik. Kondisi ini menurunkan stabilitas lereng dan daya dukung tanah pada plengsengan teknis di rumah warga an Sri Bakti yang berada di atas tanah yang longsor. Akibatnya rumah tersebut kini dalam posisi setengah menggantung dan rawan ambles.

Berita Terkait :  Kolaborasi Sampoerna Academy dan ALMI di STEAM Expo 2026, Dorong Siswa Jadi Pemecah Masalah Masa Depan

“Kita telah melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Perangkat Desa Giripurno dan warga setempat. Kita juga melakukan pemasangan safety line atau garis pengaman di area terdampak guna mengantisipasi potensi longsor susulan,” tandas Suwoko.(nas.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!