Pemkab Tuban, Bhirawa
Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tuban mendapat pembekalan mengenai pasar modal, pengelolaan keuangan, hingga cara mengenali aktivitas keuangan ilegal melalui Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal serta Perlindungan Konsumen yang bertempat di Ruang Rapat Ronggolawe Lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, (10/6).
Pembekalan untuk para ASN ini gunakan menjawab, maraknya tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan cepat hingga praktik pinjaman daring ilegal menjadi perhatian tersendiri.
Kegiatan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tuban bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur dan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur ini menghadirkan peserta yang berasal dari ASN perangkat daerah, kecamatan, hingga BUMD di lingkungan Pemkab Tuban.
Mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tuban, Drs Agus Wijaya MAP, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya edukasi keuangan bagi ASN di Kabupaten Tuban.
Menurut Agus, perkembangan sektor jasa keuangan membuka peluang investasi yang semakin luas, tetapi juga menghadirkan risiko berupa investasi bodong, pinjaman daring ilegal, hingga penipuan digital.
”ASN dituntut cerdas mengelola keuangan pribadi sekaligus mampu menjadi sumber informasi yang benar di tengah masyarakat,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Perekonomian Pemkab Tiban ini menjelaskan, penguatan literasi dan akses layanan keuangan memiliki kaitan dengan pembangunan daerah.
Pemkab Tuban juga terus mendorong peningkatan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD). Pada 2022, nilai IKAD Kabupaten Tuban tercatat 3,74, kemudian menjadi 3,71 pada 2023, meningkat menjadi 4,03 pada 2024, serta ditargetkan mencapai 4,08 pada 2025 dan 4,11 pada 2026.
Agus Wijaya menilai edukasi seperti ini penting agar masyarakat semakin memahami layanan keuangan formal yang aman dan legal, termasuk pasar modal. Semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan keuangan formal, semakin terbuka pula akses terhadap pembiayaan, investasi, tabungan, dan pengembangan usaha produktif.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapat tiga materi utama dari para narasumber. Kepala Wilayah Jawa Timur Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Timur, Cita Mellisa, membuka sesi dengan materi “Mengenal Pasar Modal Indonesia”. Peserta dikenalkan pada dasar-dasar pasar modal dan berbagai instrumen investasi legal.
Selanjutnya, Pengawas Senior Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Milado Pani, menyampaikan materi mengenai pengenalan OJK, perencanaan keuangan, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan pinjaman daring ilegal. Materi ini menekankan pentingnya mengenali ciri-ciri penawaran investasi mencurigakan agar masyarakat tidak mudah terjebak praktik keuangan ilegal.
Sementara itu, Branch Manager Surabaya PT BRI Danareksa Sekuritas, Taufan Febiola, membawakan materi bertajuk ‘ASN Cakap Finansial Membangun Masa Depan Sejahtera Melalui Investasi Bijak’.
Peserta diajak memahami pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang dan investasi yang sesuai kebutuhan serta profil risiko.
Melalui kegiatan ini, ASN di Kabupaten Tuban diharapkan semakin memahami pengelolaan keuangan yang sehat, lebih cermat memilih instrumen investasi, sekaligus mampu menyebarkan informasi yang benar mengenai layanan keuangan di lingkungan masyarakat. [hud.fen]


