28 C
Sidoarjo
Monday, April 6, 2026
spot_img

Lega, Pemerintah Batalkan Wacana Sekolah Daring April 2026

Sebagai orang tua murid, saya merasa perlu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah, khususnya Kemendikdasmen dan Menko PMK, yang secara resmi membatalkan wacana sekolah daring (online) yang sempat beredar dan direncanakan mulai April 2026. Keputusan untuk membatalkan kebijakan tersebut dan tetap mempertahankan pembelajaran tatap muka (luring) adalah langkah yang sangat tepat dan melegakan hati kami, para orang tua.

Wacana kembali ke sistem daring yang muncul di tengah isu penghematan energi atau efisiensi tentu menimbulkan kecemasan besar. Kita semua sudah pernah merasakan dampak pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi. Hasilnya? Tidak hanya penurunan kualitas belajar, tetapi juga munculnya fenomena learning loss yang signifikan pada siswa. Anak-anak menjadi kurang fokus, mengalami penurunan motivasi, dan interaksi sosial yang terhambat.

Jika sekolah daring kembali diberlakukan, saya khawatir beban psikologis anak akan kembali meningkat. Tatap muka di sekolah bukan hanya soal mentransfer ilmu, tetapi juga pendidikan karakter, disiplin, dan bersosialisasi yang tidak bisa digantikan oleh layar komputer atau ponsel. Kembali ke sekolah berarti menjaga kesehatan mental dan kualitas pendidikan anak-anak kita.

Selain itu, sekolah tatap muka sangat membantu orang tua yang bekerja. Kami tidak perlu lagi membagi waktu untuk mendampingi anak mengerjakan tugas secara daring, yang sering kali justru menyebabkan ketegangan di rumah. Beban ekonomi untuk kuota internet dan perangkat pendukung pun dapat ditekan.

Berita Terkait :  Bupati Madiun Beri Jawaban atas PU Fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD TA 2024

Keputusan pemerintah untuk memprioritaskan tatap muka adalah bukti bahwa pemerintah mendengar aspirasi masyarakat dan berkomitmen untuk menyelamatkan masa depan pendidikan Indonesia. Kami berharap, ke depan, fokus pemerintah tetap pada perbaikan sarana sekolah fisik dan peningkatan kualitas pengajaran, bukan kembali pada metode daring.

Sekali lagi, terima kasih atas pembatalan ini. Mari kita bersama-sama mendukung sekolah tatap muka yang aman, berkualitas, dan menyenangkan bagi anak-anak kita.

Arif Rahman
Orangtua Siswa, Pemerhati Pendidikan di Surabaya

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!