28.9 C
Sidoarjo
Wednesday, April 1, 2026
spot_img

Kualitas SDM Terus Meningkat, Jatim Dominasi Penerimaan SNBP 7 Tahun Berturut-turut


Sebanyak 29.406 Murid Jatim Dinyatakan Lolos SNBP, Juga Terbanyak Nasional Lolos KIP Kuliah
Pemprov, Bhirawa
Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan. Sebanyak 29.406 murid asal Jawa Timur dinyatakan lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.

Berdasarkan pengumuman resmi data SNBP 2026 di snpmb.id yang dirilis Selasa (31/3), sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur diterima dari total 108.122 pendaftar. Posisi kedua ditempati Jawa Barat dengan 18.365 siswa diterima dari 130.373 pendaftar, disusul Jawa Tengah dengan 16.326 siswa diterima dari 99.825 pendaftar.

Selanjutnya, Sumatera Utara berada di posisi keempat dengan 13.136 siswa diterima dari 57.270 pendaftar, serta Aceh di posisi kelima dengan 8.589 siswa diterima dari 20.442 pendaftar.

Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima PTN jalur SNBP secara nasional, sekaligus mempertahankan posisi tersebut selama tujuh tahun berturut-turut terhitung sejak tahun 2019 hingga 2026.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa capaian ini merupakan indikator kuat meningkatnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jatim serta bukti keberhasilan berbagai program peningkatan mutu pendidikan yang terus diupayakan.

“Alhamdulillah, Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut. Ini adalah kabar yang sangat membanggakan dan harus kita syukuri. Kita dianugerahi anak-anak hebat di Jatim. Capaian ini tidak hanya mencerminkan prestasi siswa, tetapi juga menunjukkan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang kita lakukan berjalan pada jalur yang tepat,” ujar Khofifah, Rabu (1/4).

Gubernur menyebut, jumlah pendaftar SNBP dari Jawa Timur mencapai 108.122 siswa, dengan tingkat penerimaan sebesar 27,20 persen.

Berita Terkait :  Pemkot Probolinggo Gelar Pembinaan Kesehatan Haji Tahun Keberangkatan 2025 M

“Alhamdulillah, Jawa Timur konsisten menjadi yang tertinggi tingkat kediterimaan melalui SNBP. Ini menunjukkan daya saing siswa kita sangat kuat di tingkat nasional,” imbuhnya.

Hal ini, lanjut Khofifah, juga menjadi penegas bagi Jawa Timur sebagai barometer pendidikan. Khofifah menilai, SNBP menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan prestasi akademik. Ia juga menyebut strategi pemetaan yang dilakukan sekolah terbukti efektif dalam meningkatkan peluang kelulusan dalam SNBP.

“Pemetaan yang dilakukan sekolah mampu memberikan gambaran peluang, tingkat keketatan program studi, hingga perangkingan siswa. Ini menjadi kunci peningkatan penerimaan setiap tahun,” katanya.

Karena itu, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada para siswa dan guru atas capaian tersebut. Tak lupa, ia juga berterima kasih kepada para wali murid yang ikut mendukung prestasi anak-anaknya.

“Terima kasih atas hasil belajar yang tekun para murid dan bimbingan para guru yang telah mempertahankan prestasi sehingga Jawa Timur kembali menjadi yang tertinggi dalam SNBP 2026 tujuh tahun berturut turut,” ujarnya.

Tak hanya unggul dalam SNBP, Jawa Timur juga menjadi provinsi terbanyak secara nasional yang lolos dengan pelamar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Sebanyak 40.213 murid Jawa Timur pemegang KIP-K mendaftar SNBP, dan 8.915 diantaranya dinyatakan diterima.

Di bawahnya, Sumatera Utara mencatat 6.275 siswa diterima dari 24.030 pendaftar, Jawa Barat 5.572 siswa dari 39.559 pendaftar, Aceh 5.139 siswa dari 11.274 pendaftar, dan Jawa Tengah 4.778 siswa dari 35.089 pendaftar.

“Ini tentu kabar baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Karena ini mengecilkan gap yang ada dalam akses pendidikan tinggi. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Program KIP-K adalah salah satu instrumen penting untuk itu,” tegasnya.

Berita Terkait :  Satlantas Polres Gresik Sinergi Lima Pilar untuk Keselamatan Penanganan Titik Rawan Kecelakaan

Terkait jalur KIP-K, Khofifah menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui KIP-K, siswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi dengan nyaman tanpa terbebani biaya,” jelasnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, program tersebut membuka peluang lebih luas bagi siswa untuk mewujudkan cita-cita mereka. Sebab, jalur KIP-K memberikan kesempatan murid-murid dari kurang mampu yang memiliki talenta luar biasa dari berbagai prestasi yang dimiliki.

“Dengan keterbatasan, mereka ingin melanjutkan ke perguruan tinggi dengan harapan kedepan bisa meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya,”ucap Gubernur.

Gubernur Khofifah berharap, banyaknya penerimaan KIP-K ini akan mendorong pemerataan pembangunan SDM di Jawa Timur. Sehingga, anak-anak bahkan dari daerah pesisir dan pelosok bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kepada mereka yang belum lulus SNBP, Gubernur Khofifah meminta untuk tidak berkecil hati dan tetap mengusahakan PTN impian masing-masing. Pasalnya, masih ada penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan jalur mandiri.

“Kalian adalah masa depan Jatim yang akan mewarisi tingkat estafet kepemimpinan ini. Teruslah berjuang. Insya Allah, kami akan terus mendampingi dan memberikan yang terbaik bagi putra-putri terbaik Jawa Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai menyebut konsistensi prestasi murid menjadi faktor utama keberhasilan Jawa Timur dalam mempertahankan dominasi pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Berita Terkait :  Usai Diterpa Banjir Bandang, Siswa di Situbondo akan Kembali Bersekolah

Menurutnya, murid Jawa Timur terus menunjukkan talenta terbaik di berbagai bidang, mulai dari sains, akademik, seni, budaya, olahraga, hingga keagamaan seperti penghafal Al-Qur’an dan kepemimpinan organisasi.

“Beragam prestasi inilah yang selalu mengantarkan siswa Jawa Timur dapat lolos ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP,” ujarnya.

Aries menilai, semangat berprestasi murid di Jawa Timur juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari capaian prestasi berjenjang yang diraih murid di berbagai kompetisi, baik tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

“Saya melihat semangat murid Jawa Timur terus meningkat setiap tahunnya. Ini tercermin dari berbagai prestasi di bidang akademik, sains, dan lainnya,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Dindik Jatim juga secara konsisten memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada murid untuk mengikuti berbagai ajang talenta. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi membuka peluang lebih besar bagi siswa untuk lolos ke perguruan tinggi negeri.

“Kami selalu memberikan kesempatan kepada murid untuk mengikuti seluruh ajang talenta agar mereka memiliki peluang besar masuk PTN melalui jalur SNBP maupun golden ticket,” jelasnya.

Adapun berbagai ajang yang diikuti siswa antara lain Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), hingga Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI).

Kadindik lulusan IPDN menegaskan, melalui pembinaan yang berkelanjutan dan partisipasi aktif dalam berbagai kompetisi, diharapkan siswa Jawa Timur dapat terus meningkatkan kualitas serta daya saing di tingkat nasional maupun global. [ina.gat*]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!