Moskow, Bhirawa
Menteri luar negeri (menlu) dari sepuluh negara bersama dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mendesak gencatan senjata di Lebanon dan menyatakan dukungan bagi integritas teritorial negara tersebut, demikian menurut pernyataan bersama.
Pernyataan bersama itu ditandatangani oleh menlu Belgia, Kroasia, Siprus, Prancis, Yunani, Italia, Malta, Belanda, Portugal, dan Inggris.
“Kami meminta semua pihak untuk segera melakukan deeskalasi ketegangan serta kembali pada perjanjian penghentian permusuhan dan resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701. Kami mendesak Israel untuk menghindari perluasan konflik lebih lanjut, termasuk melalui operasi darat di wilayah Lebanon. Kami kembali menegaskan bahwa integritas teritorial Lebanon harus dihormati,” demikian isi pernyataan itu yang diterbitkan Kemlu Inggris pada Selasa (31/3).
Negara-negara itu juga menyampaikan keprihatinan atas pengungsian paksa terhadap lebih dari 1 juta orang akibat konflik tersebut.
Lebih lanjut, mereka juga mendesak perlindungan bagi warga sipil, personel kemanusiaan, pasukan penjaga perdamaian, serta infrastruktur sipil.
Eskalasi ketegangan antara Israel dan Hizbullah berlangsung sejak 2 Maret ketika kelompok Lebanon tersebut kembali melancarkan serangan roket ke wilayah Israel di tengah memburuknya situasi di kawasan.
Israel kemudian merespons dengan melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon, termasuk wilayah selatan negara itu, Lembah Beqaa, dan pinggiran kota Beirut. Pada 16 Maret, militer Israel secara resmi mengumumkan peluncuran operasi darat di Lebanon selatan.[ant.kt]


