Gresik, Bhirawa
Dalam rapat paripurna, penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah tahun 2025. Di gedung dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD), mencatat kinerja yang cukup baik.
Target pendapatan daerah sebesar Rp3,86 triliun terealisasi Rp3,80 triliun atau 98,58 persen, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp1,47 triliun atau 94,08 persen dari target. Sedangkan pendapatan transfer, justru melampaui target dengan capaian 101,6 persen.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, bahwa penyampaian LKPJ merupakan amanat peraturan perundang-undangan.
Sebagai bentuk akuntabilitas kepala daerah kepada DPRD, atas penyelenggaraan pemerintahan selama satu tahun anggaran. Dari sisi keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mencatat kinerja yang cukup baik.
“Kami ucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, semoga nilai-nilai Ramadan menjadi landasan dalam mewujudkan Gresik yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur. Dan mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk menjaga semangat kebersamaan dan meningkatkan kinerja pemerintahan,” ujarnya.
Untuk pertumbuhan ekonomi, Gresik mencatat angka 4,91 persen. Sejumlah indikator ekonomi seperti kontribusi sektor manufaktur, rasio ekspor bersih, dan efisiensi investasi bahkan disebut melampaui target.
Di sektor tata kelola pemerintahan, Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Gresik mencapai 88,01 dengan kategori A (sangat baik), melampaui target yang ditetapkan.
Pada sektor tata kelola pemerintahan, Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Gresik mencapai 88,01 dengan kategori A (sangat baik), melampaui target yang ditetapkan.
Sementara indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan tren positif, tingkat kemiskinan berada di angka 9,95 persen. Dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,47 persen, keduanya mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir.
“Semakin rendah angka tersebut, maka kondisi masyarakat semakin baik. Menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan, capaian tersebut sejalan dengan visi pembangunan Gresik 2025-2029.
Wujudkan Gresik maju, dan berkelanjutan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Untuk target pendapatan daerah sebesar Rp3,86 triliun, terealisasi Rp3,80 triliun atau 98,58 persen.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp1,47 triliun atau 94,08 persen dari target, sedangkan pendapatan transfer justru melampaui target dengan capaian 101,6 persen.
Belanja daerah terealisasi sebesar Rp3,44 triliun, atau 87,33 persen dari target. Rinciannya meliputi belanja operasi sebesar 90,01 persen, belanja modal 60,61 persen, belanja tidak terduga 3,14 persen, dan belanja transfer 96,78 persen.
Ditambahkan Fandi Akhmad Yani, bahwa pada sektor pembiayaan, realisasi mencapai 108,53 persen atau sebesar Rp89,07 miliar dari target yang ditetapkan.
Dan mengajak seluruh pihak, untuk terus memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah. Gresik akan terus berbenah, melalui semangat Nawakarsa Jilid II.
‘’Mari kita bersama-sama mengurai permasalahan, menghadirkan kebijakan yang mampu mensejahterakan masyarakat,’’ jelasnya. [kim.dre]


