Pemkab Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bergerak cepat menangani ambruknya jembatan penghubung di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, yang memutus akses menuju kawasan wisata Air Terjun Madakaripura, Sabtu (28/3).Jembatan yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Duren atau Curah Soyo tersebut ambruk pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai petir.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto memimpin langsung monitoring dan evaluasi (monev) di lokasi bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief, Kepala Dinas PUPR Hengki Cahjo Saputra serta jajaran Forkopimka Lumbang.”Jembatan ini sudah cukup lama, kemungkinan dibangun pada tahun 1980-an. Kondisinya memang sudah rapuh dan tidak mampu menahan cuaca ekstrem sehingga akhirnya ambruk,” ujar Ugas.
Akibat kejadian tersebut, akses jalan kabupaten terputus total dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk menghindari risiko, lokasi telah dipasangi garis pembatas (police line) dan ditutup sementara.Pemkab Probolinggo langsung melakukan langkah cepat dengan mengevakuasi korban serta melakukan asesmen teknis untuk percepatan penanganan.Dua warga dilaporkan mengalami luka di bagian kepala serta lecet pada tangan dan kaki dan telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Lumbang.
Menurut Ugas, dalam beberapa waktu terakhir Kabupaten Probolinggo dilanda sejumlah bencana yang berdampak pada kerusakan infrastruktur, sehingga penanganan harus dilakukan secara bertahap sesuai prioritas.Sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Probolinggo akan segera membangun jembatan darurat agar akses masyarakat dapat kembali digunakan.”Kami sudah perintahkan BPBD, Dinas PUPR dan tim terkait untuk segera melakukan asesmen. Dalam waktu dekat akan dibangun jembatan darurat agar akses bisa kembali dilalui, minimal untuk kendaraan roda dua,” tegasnya.
Masyarakat pun diminta untuk tidak melintas di lokasi kejadian dan menggunakan jalur alternatif yang tersedia demi keselamatan.Sementara itu, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris juga meninjau langsung lokasi pada Sabtu sore guna memastikan percepatan penanganan.
Dalam tinjauannya, Bupati Haris mengungkapkan bahwa kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir cukup signifikan.”Di beberapa bulan terakhir ini kita kehilangan sekitar 28 jembatan, termasuk yang ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, akses tersebut memiliki peran vital karena menjadi jalur utama menuju destinasi wisata serta penghubung antar desa hingga ke wilayah Kabupaten Pasuruan.Sebagai langkah cepat, Pemkab Probolinggo akan menyiapkan jembatan sementara agar mobilitas masyarakat tetap berjalan.”Yang menjadi prioritas saat ini adalah bagaimana masyarakat tetap memiliki jalan alternatif.Insya Allah akan kita bantu jembatan sementara, yang penting kendaraan roda empat bisa lewat meskipun bergantian,” jelasnya.
Untuk penanganan jangka panjang, pembangunan jembatan permanen akan diupayakan melalui mekanisme perubahan anggaran (PAK) sesuai prosedur yang berlaku.[irf.ca]


