31 C
Sidoarjo
Friday, March 27, 2026
spot_img

Strategi Pemkot Probolinggo Hadapi Dinamika Energi, Antara WFH, Kendaraan Listrik, dan Efisiensi

Kota Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kota Probolinggo mulai memperketat langkah efisiensi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Meski ketersediaan stok di wilayah tersebut saat ini masih tergolong aman dan stabil, langkah antisipasi tetap diambil guna menghadapi dinamika harga energi global.

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, mengungkapkan bahwa skema efisiensi ini merupakan bagian dari pengendalian penggunaan energi di lingkungan pemerintahan. Salah satu instrumen yang digunakan adalah kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH).

“Laporan stok sejauh ini tidak ada yang mengkhawatirkan, semua stabil, begitu juga dengan permintaan masyarakat. Namun, kita sedang berada dalam fase efisiensi. WFH dilakukan untuk menghemat waktu dan yang paling utama adalah menekan penggunaan bahan bakar,” ujar Aminuddin usai menghadiri agenda Halal Bihalal di lingkungan Pemkot, Rabu (25/3).

Sebagai langkah konkret, Pemkot Probolinggo tengah merampungkan Surat Edaran (SE) sebagai tindak lanjut instruksi pemerintah pusat. Nantinya dalam edaran tersebut, para Aparatur Sipil Negara (ASN) didorong untuk beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.

“Kami masih menunggu Surat Edaran dari pusat turun, namun hari ini insyaAllah surat edarannya mulai disosialisasikan. Isinya mengimbau penggunaan kendaraan non-BBM, seperti kendaraan listrik. Bahkan bagi pegawai yang rumahnya dekat dengan kantor, kami harapkan bisa menggunakan sepeda ontel,” tuturnya.

Meski kebijakan penghematan mulai digalakkan, Aminuddin menegaskan masyarakat tidak perlu panik terkait pasokan BBM. Berdasarkan data teknis, konsumsi harian di Kota Probolinggo masih berada dalam batas wajar. Saat momen Lebaran lalu, penggunaan tercatat di angka 19 hingga 20 kiloliter per hari dan masih terkendali dengan baik.

Berita Terkait :  HUT Ke-61, DPD Golkar Lamongan Targetkan Tambah Kursi di Pileg

Terkait wacana sekolah daring sebagai bagian dari efisiensi, Aminuddin menjelaskan bahwa hal tersebut masih dalam tahap evaluasi mendalam. Mengingat luas wilayah Kota Probolinggo yang tidak terlalu besar, pembelajaran tatap muka dirasa masih sangat memungkinkan.

“Kota kita ini relatif kecil, jarak tempuh terjauh hanya sekitar 5 kilometer. Banyak siswa yang bisa menjangkau sekolah dengan sepeda atau sepeda listrik. Jadi, untuk saat ini tatap muka masih lebih efektif, tapi perkembangan situasi akan terus kami pantau,” tutupnya. [irf.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!