30 C
Sidoarjo
Wednesday, March 18, 2026
spot_img

UK Petra Bantu Petani Kopi Tingkatkan Daya Saing Pasar Global


Surabaya, Bhirawa
Tim dosen Universitas Kristen (UK) Petra melaksanakan program penguatan tata kelola dan digitalisasi bagi kelompok tani kopi PATUWEN di Malang supaya meningkatkan daya beli di pasar global.

Melalui hibah sebesar AUD 25.000 dari Australia-Indonesia Institute (AII), Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, tim dosen UK Petra melaksanakan sebuah program penguatan kapasitas petani kopi di Malang, Sabtu (14/3).

Ketua Tim Hibah, Prof. Dr. Dra. Juniarti, M.Si., Ak., mengatakan tantangan sering dihadapi oleh para petani kopi yaitu tata kelola usaha, perhitungan biaya produksi, pencatatan keuangan, serta akses pasar yang lebih luas.

“Produk kopi mereka sering kali berkualitas tinggi, tapi dijual dengan harga yang belum mencerminkan nilai sebenarnya, mereka diarahkan supaya produksinya semakin berkualitas, tapi akses pembelajaran terkait tata kelola dan pemasaran yang diterima sangat kurang, maka melalui hibah ingin memberikan pelatihan,” ucapnya.

Prof. Juniarti menjelaskan bahwa topik pelatihan diberikan oleh para tim dosen antara lain Perhitungan Biaya Produksi (Costing Training), Pelaporan Keuangan Digital, Blockchain dan E-Commerce, Pengembangan Konten dan Pemasaran Kreatif, Benchmarking dan Pertukaran Pengetahuan dengan Australia, serta Monitoring dan Evaluasi.

“Melalui penguatan tata kelola yang profesional, program diharapkan menjadi katalisator bagi petani kopi Patuwen untuk naik kelas, tidak sekadar meningkatkan aspek teknis, tapi investasi jangka panjang untuk ciptakan kemandirian dan daya tawar yang lebih kuat dalam rantai nilai industri kopi di Indonesia,” tuturnya.

Berita Terkait :  Smart Crabs House, Metode Budidaya Ukuran dan Ketahanan Kepiting Berbasis IoT

Perwakilan Kelompok Tani Berkah Tani Nyawiji Desa Sumberdem, mengukapkan terbantu dengan adanya program ini, terutama memahami pengelolaan kopi secara menyeluruh dari hulu ke hilir, mulai dari perawatan lahan hingga pascapanen.

“Pelatihan manajemen keuangan memudahkan kami pembukuan kelompok, sementara pelatihan media sosial membekali kami keterampilan membuat konten kreatif untuk mengenalkan produk dan kearifan desa kami ke pasar yang lebih luas,” pungkas Hadi.

Hadi menambahkan program pendampingan tim dosen UK Petra telah membawa transformasi nyata bagi para kelompok tani, yang ditandai dengan meningkatnya kualitas hasil produksi mereka.

“Berharap kerja sama tidak berhenti sampai sini saja, melainkan terus tumbuh menjadi kolaborasi strategis yang berkelanjutan di masa depan,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!