Surabaya, Bhirawa
Program mudik gratis kembali diadakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Sebanyak 27 armada bus diberangkatkan menuju berbagai rute di Pulau Jawa.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menyampaikan mudik gratis merupakan agenda rutin yang digelar oleh ITS untuk memudahkan para sivitasnya, khususnya mahasiswa, untuk memperoleh akomodasi perjalanan balik ke kampung halaman merayakan Lebaran.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa ITS berkomitmen untuk memberikan fasilitas terbaik dari segi keamanan dan kenyamanan perjalanan bagi sivitasnya,” tutur Bambang sebelum melepas keberangkatan ke-27 armada bus, Sabtu (14/3) pagi.
Lebih lanjut, Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS tersebut membeberkan bahwa mudik gratis kali ini sukses menggaet 1.180 peserta. Jumlah ini terhitung meningkat hingga 32 persen dari tahun sebelumnya.
Peningkatan ini berkat kerja sama berbagai pihak, mulai Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan, Ikatan Orang Tua Mahasiswa (Ikoma) ITS, Ikatan Alumni (IKA) ITS hingga dukungan dari BSI dan BNI.
Selaras dengan Bambang, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Ainur Rofiq Ama PKB SH MM juga mengungkapkan program ini menjadi wujud tekad pemerintah dalam menjaga mobilitas perjalanan mudik masyarakat yang aman, nyaman, dan terjangkau. Selain itu, program mudik gratis membantu mengurai konsentrasi penumpukan transportasi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Selanjutnya, lelaki yang akrab disapa Rofiq tersebut menyebutkan bahwa agenda mudik gratis di ITS ini terbagi menjadi 19 rute dengan mengerahkan 27 armada bus. Lebih detailnya, wilayah Jawa Timur terdapat sembilan rute meliputi jalur Pasuruan – Probolinggo – Lumajang – Jember, Lamongan – Bojonegoro – Tuban, Bondowoso – Situbondo – Banyuwangi, Malang – Batu, Madiun – Magetan, Ponorogo – Pacitan, Kediri – Pare – Trenggalek, Tulungagung – Blitar, dan Mojokerto – Jombang – Nganjuk – Ngawi.
Sedangkan, wilayah Jawa Tengah terbagi menjadi lima rute, yakni Rembang – Pati – Kudus – Jepara – Demak, Sragen – Surakarta – Boyolali – Salatiga – Semarang – Kendal, Yogyakarta – Purworejo – Kebumen – Cilacap, Surakarta – Klaten – Magelang – Temanggung – Wonosobo – Purbalingga – Purwokerto, dan Batang – Pekalongan – Pemalang – Tegal – Brebes. “Wilayah ini meningkat dua rute dari tahun sebelumnya yang hanya terdapat tiga rute,” imbuhnya.
Terakhir, wilayah barat Pulau Jawa juga terdapat lima rute yang tersebar dari jalur Bandung, Bekasi, Depok – Jakarta, Tangerang – Serang – Cilegon, dan Cirebon – Sumedang – Subang – Purwakarta – Karawang – Bogor. Melalui jalur tersebut, peserta yang berasal dari Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, khususnya daerah Jabodetabek juga dapat mengikuti perjalanan mudik secara gratis.
Melalui kegiatan ini, ITS menunjukkan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan yang didukung merujuk pada poin ke-11 mengenai Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan.
“Adanya program yang dapat mengurangi kepadatan lalu lintas ini diharapkan mampu memberikan nuansa hari raya yang lebih damai,” ujarnya optimistis.
Dengan hadirnya mudik gratis ITS, para peserta dapat lebih meringkas biaya keseharian yang hanya digunakan untuk pulang ke tempat asal. Buktinya, salah satu mahasiswa peserta yang berasal dari Jabodetabek Ahmad Maulana merasakan keuntungan yang sangat besar, mulai dari akomodasi hingga cinderamata yang diberikan. Menurutnya, program yang menjangkau daerah tersebut dapat menghemat tabungan pribadi dan meringankan biaya transportasi menuju kampung halaman. [ina.wwn]


