Gresik, Bhirawa
Tradisi malam selawe di bulan suci Ramadan, digelar di kawasan depan Kantor Kecamatan Kebomas sampai Makam Sunan Giri. Untuk tahun ini berbeda dengan sebelumnya, kegiatan tahun ini menghadirkan puluhan stan UMKM yang akan menampilkan jajan tradisional khas Gresik.
Menurut Camat Kebomas Gresik Tri Joko Efendi, perbedaan dalam pelaksanaan tahun ini di depan Kantor Kecamatan Kebomas akan disediakan sekitar 50 hingga 60 stan UMKM, khusus menjual jajanan khas Gresik tempo dulu serta makanan sehat. Tidak hanya untuk memeriahkan acara, tetapi juga sebagai upaya edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat, agar memberikan makanan yang bergizi dan sehat. Harapannya, anak-anak kita di masa depan bisa tumbuh sehat dan terhindar dari berbagai penyakit,”ujarnya.
Mendorong program satu desa satu produk unggulan sebagai stimulus bagi desa-desa, agar terus mengembangkan potensi UMKM masing-masing. Dengan begitu, setiap desa memiliki produk khas yang dapat dikenalkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Gresik.
“Ketika ada wisatawan datang, desa tersebut bisa memperkenalkan produk UMKM yang menjadi kekhasan wilayahnya. Dengan event Malam Selawe, masyarakat semakin merindukan jajanan tradisional sehat dan bernilai budaya. “Ungkapnya.
Selain bazar jajanan, rangkaian kegiatan juga akan dipusatkan di Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri. Di antaranya munajat dan pembacaan 1.000 surat Al-Ikhlas, dalam kesempatan itu juga akan dibagikan 2.000 porsi nasi kebuli, serta 500 kupat keteq kepada para jamaah yang hadir.
Ditambahkan Tri Joko Efendi, bahwa pembagian Kupat Keteq menjadi bagian dari apresiasi atas penetapan tradisi malam selawe. Sebagai warisan budaya, dan tenda untuk UMKM sudah di pasang. Juga persiapan seperti pengamanan, dan kebersihan juga sudah siap. [kim.kt]


