29.5 C
Sidoarjo
Wednesday, June 17, 2026
spot_img

Waspadai Kemarau Panjang, Dispertan Gresik Memajukan Jadwal Tanam Kedua

Gresik, Bhirawa – Menyusul prediksi musim kemarau yang berlangsung lebih lama dan berpotensi mengurangi ketersediaan air di lahan pertanian, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik mengambil langkah antisipasi dengan memajukan jadwal penanaman musim kedua. Hal ini dilakukan agar kegiatan tanam berjalan lancar dan sasaran produksi pangan daerah tetap tercapai.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dispertan Gresik, Choirul Fatikin, menjelaskan bahwa pada musim tanam pertama (Januari–April 2026), luas lahan yang ditanami padi mencapai 29.808,84 hektare.

Sementara untuk musim tanam kedua yang berlangsung Mei–Agustus 2026, data per tanggal 15 Juni 2026 menunjukkan luas tanam telah mencapai 6.600,49 hektare. Luasan tersebut merupakan lahan yang sudah ditanami dan masih dalam masa pertumbuhan, belum memasuki masa panen.

“Secara umum ada tiga musim tanam dalam satu tahun: Januari–April, Mei–Agustus, serta September–Desember. Angka 6.600,49 hektare itu adalah akumulasi lahan yang sudah ditanam namun belum panen,” jelasnya.

Hingga pertengahan Juni, belum ada laporan kekeringan dari lapangan. Namun mengingat prediksi kemarau yang panjang, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Wilayah yang paling berisiko kekurangan air berada di Gresik Selatan, meliputi Kecamatan Cerme, Menganti, Benjeng, Balongpanggang, dan Kedamean. Sebaliknya, kawasan Gresik Utara relatif lebih aman karena didukung aliran air dari Sungai Bengawan Solo serta jaringan sumur bor di lahan pertanian.

“Kami memfokuskan antisipasi pada wilayah selatan yang selama ini paling rentan. Sampai saat ini belum ada laporan gangguan akibat kekeringan, namun kami tetap bersiap,” tambah Choirul.

Berita Terkait :  Pantau Kesehatan Siswa, Puskesmas Kauman Tulungagung Skrining Siswa di Sekolah

Sebagai bentuk mitigasi, Dispertan mendorong percepatan jadwal tanam, agar petani dapat memanfaatkan sisa persediaan air sebelum puncak kemarau tiba. Sebagian petani bahkan sudah mulai menanam lebih awal—pada bulan Juni—yang awalnya direncanakan baru dimulai bulan Juli. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!