26 C
Sidoarjo
Tuesday, March 10, 2026
spot_img

Ramadan Rupiah Jeblok

Pertama kali rupiah jeblok dalam bulan Ramadan. Nilai kurs IDR (Indonesia Rupiah) terjerumus menjadi Rp 17 ribu per-US$. Secara alamiah seharusnya naik pada bulan Ramadan. Karena rupiah sangat dibutuhkan untuk konsumsi rumah tangga yang meningkat. Serta pembayaran THR oleh pemerintah dan kalangan swasta, serta dibutuhkan untuk pembayaran zakat fitrah (pembelian beras). Hanya kurang dari 3 bulan, rupiah sudah melemahsebagai yang terburuk di Asia.

Konon situasi geo-politik turut menekan rupiah. Karena perang AS-Israel versus Iran, harga minyak melonjak, menyebabkan inflasi global. Namun sebenarnya beberapa analisis telah “me-warning” bakal terjadi kemerosotan ekonomi di Indonesia. Salah satunya dinyatakan oleh Moody’s Investor Service. Menurunkan peringkat (risiko) kredit Indonesia, dari level stabil menjadi negatif. Sampai Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kementerian Ekonomi menggelar sarasehan ekonomi bertajuk “Indonesia Economic Outlook.”

Tujuan sarasehan, untuk meng-konter asesmen global, bahwa perekonomian Indonesia baik-baik saja. Seperti yang sering dilaporkan seluruh Menteri Kabinet Merah-Putih. Tetapi sarasehan tak mempan membendung realita kemerosotan perekonomian Indonesia. Termasuk ditunjukkan oleh kinerja IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang rontok. Nilainya terus merosot di bawah 8%. Menyebabkan otoritas BEI menyatakan trading halt (berhenti dagang saham, sementara).

Bahkan IHSG sempat anlok sampai 16,7% selama pekan akhir Januari 2026. Penyebabnya sudah diketahui. Yakni MSCI membekukan saham-saham Indonesia dari portofolio miliknya. Morgan Stanley Capital International (MSCI) merupakan industri manajemen aset (dengan membuat indeks dan pemeringkat). Salahsatu yang terbesar di dunia, meliputi saham senilai US$ 139 trilyun. Sehingga keputusannya sangat berpengaruh terhadap negara-negara di seluruh dunia.

Berita Terkait :  Digitalisasi Pendidikan, Inovasi Memerangi Korupsi

MSCI menyorot transparansi dan akurasi data free float (jumlah saham yang tersedia untuk publik) di bursa Indonesia. Sering disebut sebagai “gorengan” untuk me-markup harga saham. Efek negasi MSCI, berbuntut mundurnya Dirut BEI. Diikuti lima komisioner dan pejabat utama OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Setelah Moody’s, dan MSCI, muncul pula Fitch Ratings turut memangkas outlook Indonesia. Fitch menyoroti potensi peningkatan utang pemerintah, disebabkan target pertumbuhan ekonomi ambisiun (sebesar 8%). Terutama membiayai program sosial, seperti MBG.

Nilai kurs sebesar Rp17.015,- per-US$, mengingatkan pada multi krisis ekonomi nasional tahun 1997-1998. Sampai menumbangkan rezim orde baru (dibawahkan Pak Harto) setelah berkuasa selama 32 tahun. Sehingga serangkaian penilaian negatif pemeringkat global, bukan tanpa alasan kekhawatiran. Terbaru, Menteri Keuangan merilis rasio utang per-Pebruari 2026, sudah mencapai 40,5% dari PDB (Produk Domestik Bruto).
.
Restitu pajak juga menjadi sorotan pemeringkat fiskal global. Karena sangat berpotensi menjadi Tipikor (Tindak Pidana Korupsi). Restitusi pajak tahun 2025 mencapai sekitar Rp361,14 triliun, naik signifikan (sekitar 36%) dibanding tahun sebelumnya. Ironisnya, KPK melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) di Kantor Pajak Jakarta Utara, dalam kasus restitusi pajak sampai hampir 80%.

Nilai THR pegawai negeri, BUMN, BUMD, dan kalangan swasta diperkirakan sebesar Rp 250 trilyun. Sedangkan nilai total belanja konsumsi rumahtangga selama Ramadan cukup fantastis, diperkirakan mencapai Rp 1.188,- trilyun. Seluruhnya dibutuhkan dalam mata uang rupiah. Bank Indonesia (BI) juga mengeluarkan pecahan di bawah Rp 50 ribu, untuk penukaran selama bulan Ramadan 2026. Penukaran uang sampai sebesar Rp 185,6 trilyun.

Berita Terkait :  Soal Putusan MK, Pakar Nilai Dapat Perkuat Kesetaraan dan Perlu Mitigasi

Total uang beredar pada bulan Ramadan 2026 diperkirakan mencapai Rp 10 ribu trilyun (Rp 10 kuadrilyun). Sehingga nilai rupiah bagai “diberkati” bulan suci. Namun rupiah tetap jeblok seiring penilaian global yang me-negasi-kan kebijakan ekonomi pemerintah RI. Pemerintah patut waspada.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!