27 C
Sidoarjo
Thursday, March 5, 2026
spot_img

Berkah Ramadan di Kota Pahlawan, Masjid Cheng Hoo Surabaya Tebar Kebaikan di Tengah Kerasnya Ekonomi


Surabaya, Bhirawa
Terik matahari siang menyelimuti halaman Masjid Cheng Hoo Surabaya, cahaya yang memantul dari dinding merah dan atap bernuansa hijau, emas itu seakan menambah hangat suasana, di bawah langit Surabaya yang cerah, ribuan warga tampak sabar menunggu giliran, sebagian berteduh di bawah payung dan topi, sebagian lainnya memanfaatkan rindang pepohonan di sekitar masjid.

Anak-anak berdiri di samping orang tuanya sambil sesekali mengipas wajah, para ibu menggenggam tas belanja, sementara para lansia duduk perlahan di kursi plastik yang disediakan panitia.

Ada pula bapak-bapak yang mengenakan topi dan handuk kecil di pundak untuk menahan peluh. Mereka datang dari berbagai sudut Kota Pahlawan, dengan satu harapan yang sama menanti giliran menerima bantuan. Meski panas menyengat, suasana tetap tertib. Warga saling menyapa, berbagi cerita tentang kebutuhan rumah tangga dan harga bahan pokok yang kian merangkak naik menjelang Lebaran.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) menyalurkan bantuan bagi warga miskin dan pra-miskin di Kota Pahlawan, total bantuan yang digelontorkan mencapai Rp18 miliar. Sebanyak Rp16 miliar di antaranya berupa uang tunai, sementara sisanya dalam bentuk bingkisan kebutuhan pokok. Rabu (4/3/2026).

Di tengah keramaian itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa zakat dan bantuan sosial harus tepat sasaran, dana yang dihimpun dari para tokoh dan pengusaha Surabaya harus kembali untuk warga Surabaya yang benar-benar membutuhkan.

Berita Terkait :  Polres Mojokerto Kota Bangun SPPG di Gedeg

“Bantuan ini disalurkan berdasarkan data keluarga miskin dan pra-miskin dari desil 1 hingga desil 5 yang telah dikumpulkan pemerintah kota, setiap penerima mendapatkan uang tunai sebesar Rp500 ribu,” jelasnya.

Eri menambahkan, kekuatan Surabaya bukan hanya pada pembangunan fisik, melainkan pada kekompakan warganya, gotong royong lintas latar belakang menjadi fondasi yang terus dijaga.

“Kekuatan Surabaya terletak pada kemampuannya untuk bersatu tanpa memandang latar belakang, berharap sinergi seperti ini terus berlanjut agar tidak ada lagi warga yang merasa tidak mampu,” ujarnya.

Di sisi lain, Dewan Penasehat Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia, Muhammad Yusuf Bambang Sujanto, menyampaikan bahwa tahun ini jumlah penerima bantuan meningkat signifikan, Jika sebelumnya sebanyak 16 ribu orang, kini menjadi 32 ribu penerima naik 100 persen.

“Tahun ini kami tingkatkan menjadi 32 ribu orang, kami ingin memberikan dampak yang lebih luas bagi warga yang membutuhkan,” tuturnya.

Bagi Yusuf, peran Masjid Cheng Hoo Surabaya tak sekadar sebagai pusat dakwah, lebih dari itu, masjid ini menjadi ruang sosial yang inklusif, tempat nilai kemanusiaan dan kepedulian dirawat bersama, Aksi nyata tersebut jadi bukti semangat gotong royong tetap hidup di tengah dinamika kota besar.

Di antara ribuan penerima, Ayu, warga Surabaya, tampak menggenggam erat amplop bantuan yang diterimanya, Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri saat harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik.

Berita Terkait :  Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Semeru 2024 dan Deklarasi Pilkada Damai

“Syukur dan terima kasih sekali, bantuan sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran, sekarang harga-harga sudah mulai naik,” ujarnya.

Menjelang bulan suci dan hari kemenangan, halaman Masjid Cheng Hoo bukan sekadar lokasi penyaluran bantuan, tapi menjadi saksi di tengah tantangan ekonomi, kepedulian masih menemukan jalannya, Surabaya kembali menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama Kota Pahlawan. [ren.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!