Surabaya, Bhirawa
Aktivitas pelayaran domestik di Jawa Timur mencatatkan tren penurunan signifikan pada pembukaan tahun 2026. Data terbaru menunjukkan penurunan jumlah kapal singgah, arus penumpang, hingga volume bongkar muat barang dibandingkan bulan sebelumnya.
Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Ika Rahayu Sri mengungkapkan bahwa jumlah kapal singgah pada pelayaran domestik selama Januari 2026 merosot sebesar 22,84 persen secara month-to-month (mtm). Jika membandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy), angka ini juga terkoreksi turun sebesar 8,76 persen.
“Penurunan jumlah kapal singgah terjadi merata, baik di pelabuhan yang diusahakan maupun yang tidak diusahakan,” ujar Statistisi Madya dalam keterangan tertulisnya.
Pada pelabuhan yang diusahakan, jumlah kapal turun 17,20 persen (mtm). Sementara itu, pelabuhan yang tidak diusahakan mencatat penurunan lebih tajam mencapai 30,41 persen (mtm).
Sektor pergerakan penumpang juga mengalami kelesuan. Total kedatangan penumpang domestik di Jawa Timur menyusut dari 99,10 ribu orang pada Desember 2025 menjadi 85,28 ribu orang pada Januari 2026, atau turun 13,92 persen.
Pelabuhan Tanjung Perak masih mendominasi dengan kontribusi 73,53 persen dari total kedatangan, meski secara mandiri pelabuhan ini juga mengalami penurunan penumpang sebesar 2,75 persen (mtm).
Kondisi serupa terlihat pada arus keberangkatan penumpang yang turun 12,61 persen (mtm) dengan total 79,71 ribu orang. Menariknya, meski keberangkatan dari pelabuhan tidak diusahakan turun secara bulanan, angka tersebut justru melonjak tajam 125,11 persen jika dibandingkan dengan Januari 2025 (yoy).
Di sektor logistik, volume bongkar barang domestik secara keseluruhan merosot 21,08 persen (mtm). Namun, Statistisi Madya menyoroti adanya performa positif pada pelabuhan yang diusahakan yang tetap tumbuh 9,12 persen secara tahunan (yoy).
“Untuk aktivitas muat barang, meskipun turun 9,66 persen secara bulanan, namun secara tahunan masih tumbuh positif sebesar 2,71 persen,” tambahnya.
Pertumbuhan muat barang secara tahunan ini utamanya terdorong oleh kinerja pelabuhan yang diusahakan yang naik 8,29 persen (yoy), di saat pelabuhan tidak diusahakan mengalami penurunan tipis baik secara bulanan maupun tahunan. [rac.gat]


