Pemkot Pasuruan, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan terus mematangkan langkah untuk menyukseskan program strategis nasional di level daerah.
Fokus utama kini diarahkan pada penguatan ekonomi akar rumput melalui pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP).
Hingga awal Maret ini, pemerintah setempat menargetkan pembangunan 34 unit koperasi yang tersebar di seluruh wilayah kota.
Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo, yang akrab disapa Mas Adi, memimpin langsung peninjauan lapangan pada Kamis (5/3).
Tidak sendiri, ia didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Wakil Wali Kota, Kapolres Pasuruan Kota dan Dandim 0819 Pasuruan.
Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan pengerjaan fisik bangunan berjalan sesuai spesifikasi dan garis waktu yang telah ditentukan.
“Hari ini kami bersama Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kota Pasuruan memantau progres pembangunan Koperasi Merah Putih. Ini merupakan wujud komitmen, sinergi, dan kolaborasi kami dalam menyukseskan program strategis nasional,” tandas Mas Adi di sela-sela kegiatannya.
Sejauh ini, pilar ekonomi baru tersebut telah berdiri di empat lokasi strategis, yakni Kelurahan Bukir, Blandongan, Sekargadung, dan Bugul Lor.
Keempat titik ini menjadi proyek percontohan awal dari ambisi besar Pemkot Pasuruan untuk menghadirkan 34 KMP di setiap sudut wilayah.
Pemilihan lokasi yang tersebar di berbagai kelurahan menunjukkan upaya pemerintah dalam mendekatkan akses ekonomi kepada warga.
Koperasi Merah Putih diproyeksikan tidak hanya sebagai lembaga simpan-pinjam konvensional, tapi sebagai motor penggerak distribusi logistik dan stabilisasi harga kebutuhan pokok di tingkat lokal.
Mas Adi menekankan bahwa keberadaan KMP merupakan bagian integral dari visi pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Dukungan dari pemerintah daerahmenjadi kunci agar kebijakan di tingkat makro dapat terimplementasi dengan baik di tingkat mikro.
“Koperasi Merah Putih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemerintah pusat, dengan dukungan pemerintah daerah, dalam memperkuat ekonomi masyarakat,” jelas Mas Adi.
Senada dengan hal tersebut, kehadiran unsur TNI dan Polri dalam peninjauan ini juga menegaskan pentingnya stabilitas keamanan dalam mendukung kelancaran proyek strategis.
Sinergi lintas instansi tetsebut diharapkan mampu memitigasi kendala di lapangan, baik dari sisi teknis maupun sosial. Meski baru empat unit yang terealisasi, optimisme terpancar dari jajaran otoritas Kota Pasuruan.
Pembangunan sisa unit koperasi akan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat hingga lurah.
Tentu saja, langkah akselerasi itu menjadi sinyal bahwa Kota Pasuruan siap memosisikan diri sebagai daerah yang responsif terhadap kebijakan nasional, sembari tetap mengedepankan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal sebagai fondasi pembangunan kota yang berkelanjutan.
“InsyaAllah, pembangunan akan terus berlanjut hingga target 34 Koperasi Merah Putih di Kota Pasuruan dapat terealisasi sepenuhnya,” jelas adi. [hil.hel]


