30 C
Sidoarjo
Wednesday, March 18, 2026
spot_img

Pelaku UMKM Raup Jutaan Rupiah di Festival Ramadan DPRD Gresik

DPRD Gresik, Bhirawa
Dalam kegiatan festival Ramadan, digelar di depan halaman kantor DPRD. Selama tiga hari kemarin, merupakan berkah bagi pelaku UMKM. Meraup ke untungan jutaan rupiah, meski sempat diguyur hujan pada hari pertama. Namum antusias pengunjung tidak menyurutkan niatnya, untuk menyaksikan festival Ramadan dan mendongkrak penjualan para pelaku UMKM.

Menurut Sulis pemilik usaha Ecoprint yang menjual baju, tas, dan aksesoris mengatakan. Dalam kegiatan festival Ramadan, bisa berhasil menjual dua potong baju ecoprint dan dua tas kulit. Setelah festival berakhir juga menerima pesanan satu set mukena seharga Rp 300 ribu, dan tas kulit Rp 350 ribu.

“Momen Ramadan memang menjadi peluang tersendiri, bagi penjualan produk fesyen muslim dan aksesoris. Untuk omzet hari pertama Rp 20 ribu karena hujan, hari kedua Rp 600 ribu, dan hari ketiga Rp 200 ribu. Jadi untuk totalnya Rp 900 ribu,” ujarnya.

Sementara sektor kuliner yaitu Sultan pemilik usaha Chicken Winner’s, mengaku penjualan geprek bakarnya selama festival Ramadan cukup menggembirakan. Dalam sehari, omzetnya bisa mencapai Rp 500 ribu. Dalam tiga hari bisa sekitar Rp 1,5 juta, memang hari pertama memang kurang maksimal karena hujan. Tapi hari kedua dan ketiga, lumayan ramai cuaca cerah mendukung pengunjung datang dan ramai.

Senada Linda, penjual pakaian daster mengatakan, bahwa hari pertama cukup sepi akibat cuaca buruk. Namun, penjualan meningkat signifikan pada hari kedua dan ketiga. Rata-rata sehari bisa Rp 1 juta, dalam tiga hari bisa mencapai Rp 2 juta. “Daya beli masyarakat cenderung menurun, banyak yang beli tapi tidak sebanyak dulu. Apalagi sembako mahal, jadi orang lebih mementingkan kebutuhan pokok daripada beli baju,” ucapnya.

Berita Terkait :  Ketua DPR RI Tegaskan Belum Terima Surat Presiden soal RUU Polri, Yang Beredar Bukan Draf Resmi

Pedagang makanan dan minuman dimsum dan teh poci yang dijajakan Rini mengatakan, bahwa festival Ramadan. Pada tahun pertama dan kedua, penjualan kurang maksimal karena faktor cuaca. Namun tahun ketiga ini dinilai lebih baik, apalagi jumlah stan yang tidak terlalu banyak sehingga persaingan lebih sedikit.

” Selama jualan pertama, omzet mereka mencapai Rp 600 ribu, hari kedua Rp 2 juta, dan hari ketiga Rp 2,5 juta. Kebanyakan ramainya setelah tarawih, berharap acara bisa dilakukan tiap tahun. Dan di kemas ada beda, agar pengunjung lebih banyak lagi.[kim.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!