25 C
Sidoarjo
Sunday, March 22, 2026
spot_img

BPBD Jatim Turunkan TRC, Petakan Kerusakan dan Salurkan Logistik Tangani Banjir Probolinggo

Kab Probolinggo, Bhirawa

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur (BPBD) Jatim bergerak cepat menangani banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC), melakukan asesmen menyeluruh, sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak, Senin (23/2).

Hujan berintensitas tinggi mengakibatkan luapan sungai dan merendam permukiman di Kecamatan Kraksaan, Besuk, Krejengan, Gading, Kotaanyar dan Pakuniran. Data sementara 21–22 Februari 2026 mencatat warga terdampak di Kraksaan 810 KK, Krejengan 264 KK, Gading 11 KK, Besuk 23 KK, Kotaanyar 14 KK dan Pakuniran 100 KK.

TRC BPBD Jatim langsung melakukan pendataan di sejumlah titik, di antaranya Kecamatan Kraksaan, Pondok Pesantren Syech Abdul Qodir Al-Jailani Desa Rangkang yang mengalami longsoran tembok penahan tanah (TPT), Kampung Madura Kraksaan Wetan hingga Jembatan Sumber Secang Kecamatan Gading.

Kalaksa BPBD Jatim menegaskan asesmen difokuskan pada pemetaan tingkat kerusakan infrastruktur dan kebutuhan mendesak masyarakat.

“Tim TRC sudah turun melakukan pendataan. Bantuan logistik langsung kami distribusikan agar kebutuhan dasar warga terpenuhi,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan tanggap darurat, BPBD Jatim menyalurkan 300 paket sembako, 10 meja lipat, 20 kursi lipat, 20 paket siap saji, 20 paket lauk pauk, 30 paket tambahan gizi, 285 paket perlengkapan makan, 100 paket perlengkapan anak, 90 paket kebersihan, 70 terpal, 4.000 lembar glangsing, 5 set pompa air, 48 jas hujan, 20 pasang sepatu boot serta 100 bronjong untuk penguatan tanggul.

Berita Terkait :  Wagub Emil Sebut Haul Mbah Hamid Simbol Kebangkitan dan Kekuatan Doa

Dalam peninjauan lapangan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya percepatan asesmen dan tindak lanjut teknis oleh BPBD dan dinas terkait.

“Kita minta seluruh proses asesmen dilakukan cepat dan detail. Infrastruktur yang rusak segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kebutuhan teknis di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemetaan kerusakan ringan, sedang maupun berat menjadi dasar penentuan skala prioritas intervensi.

“Kami bersama-sama Bupati Probolinggo memetakan kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat, sebagai dasar penentuan skala prioritas intervensi,” ujarnya.

BPBD Jatim juga berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga dan Dinas PU SDA untuk menyiapkan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan normalisasi sungai, penguatan pondasi sisi kanan-kiri sungai serta dukungan alat berat jika dibutuhkan berdasarkan hasil asesmen.

“Normalisasi sungai memang membutuhkan anggaran yang tidak kecil dan hasilnya tidak selalu terlihat secara kasat mata seperti membangun sekolah atau pasar. Namun ini investasi penting untuk mengurangi risiko banjir berulang,” tegasnya.

BPBD Jatim memastikan stok logistik kebencanaan tingkat provinsi tetap disiagakan guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Sementara itu, Bupati Probolinggo M. Haris menyatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan BPBD Jatim melalui strategi “Gercep Sae” berbasis kecamatan dan desa.

“Pemerintah akan senantiasa membantu dan mendampingi masyarakat. Apapun caranya kami bersama Ibu Gubernur akan kita upayakan, termasuk kesehatan masyarakat hingga pembangunan jembatan putus akan di lakukan,” tegasnya.

Berita Terkait :  Siap Bawa Kabupaten Madiun Menjadi Bersih, Sehat dan Sejahtera

“Terpenting sesuai arahan Ibu Gubernur penanganan pasca bencana banjir ini terdapat step maupun skala prioritas yang akan dilaksanakan,” tutupnya. [fir.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!