30 C
Sidoarjo
Sunday, March 22, 2026
spot_img

PUDAM Bayuangga Kota Probolinggo Kembangkan Menara Air Randupanggar sebagai Wisata Edukasi

Direktur PUDAM Bayuangga Kota Probolinggo Indra Sovia Jalal meninjau Menara Air Randupanggar yang direncanakan dimanfaatkan sebagai wisata edukasi sejarah pengelolaan air bersih, Selasa (10/2). Muhammad Irfan.

Kota Probolinggo, Bhirawa.
Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Bayuangga Kota Probolinggo menyiapkan pemanfaatan Menara Air Randupanggar sebagai wisata edukasi sejarah pengelolaan air bersih. Rencana tersebut melibatkan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) sebagai pendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis cagar budaya.

Direktur PUDAM Bayuangga Kota Probolinggo, Indra Sovia Jalal, mengatakan Menara Air Randupanggar merupakan peninggalan kolonial Belanda yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam sistem pendistribusian air bersih di Kota Probolinggo.

“Menara air ini menjadi bagian penting dari sejarah pengelolaan air bersih. Karena itu, kami menyiapkan konsep wisata edukasi agar nilai sejarahnya tetap terjaga dan bisa dipelajari,” ujarnya.

Menurutnya, konsep wisata edukasi akan dikembangkan secara bertahap dengan memanfaatkan sejumlah titik di kawasan menara air, di antaranya bangunan menara, rumah dinas, serta rumah pompa yang masih ada di lokasi tersebut. PUDAM Bayuangga juga berencana menjalin koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mendukung kegiatan kunjungan edukatif.

“Selain melihat bangunannya, pengunjung juga bisa belajar bagaimana sistem distribusi air bersih di masa lalu hingga perkembangannya sekarang,” ujarnya.

Indra menambahkan, pengembangan wisata edukasi pada kawasan cagar budaya tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku, selama fungsi pelestarian tetap menjadi prioritas. Ia berharap keberadaan wisata sejarah tersebut dapat menjadi alternatif tujuan kunjungan wisata di Kota Probolinggo.

Berita Terkait :  Pemkab Pringsewu Lampung Pelajari Skema KPBU Penerangan Jalan di Kabupaten Madiun

“Selama ini wisatawan cenderung mengunjungi lokasi-lokasi tertentu. Dengan adanya wisata sejarah menara air, diharapkan ada pilihan lain yang juga memiliki nilai edukasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dispopar Kota Probolinggo, M. Abbas, menyatakan Menara Air Randupanggar merupakan aset cagar budaya yang perlu terus dilestarikan dan dikenalkan kepada masyarakat luas. Ia menyebutkan, meskipun sebagian struktur menara tidak lagi difungsikan, secara sistem bangunan tersebut masih berperan dalam jaringan distribusi air bersih di Kota Probolinggo.

“Menara air ini memiliki nilai sejarah tinggi, terutama terkait sistem pengaliran air. Inisiatif pengelola untuk menjadikannya sebagai wisata edukasi kami dukung, karena sejalan dengan upaya pelestarian cagar budaya,” jelas Abbas.

Namun demikian, Abbas menekankan perlunya persiapan yang matang sebelum kawasan tersebut dibuka sebagai destinasi wisata edukasi. Persiapan tersebut meliputi penyusunan narasi sejarah yang akurat, penataan kawasan, hingga penyediaan fasilitas pendukung bagi pengunjung.

“Konsepnya harus jelas dan informatif agar masyarakat yang datang benar-benar mendapatkan pengetahuan. Ini bukan sekadar tempat berkunjung, tetapi ruang belajar sejarah,” pungkasnya. (irf.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!