26 C
Sidoarjo
Tuesday, February 10, 2026
spot_img

DPRD Sumenep Dorong Kurangi Ketergantungan Desa dengan Anggaran Pusat

DPRD Sumenep, Bhirawa
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep mendorong pemerintah desa agar tidak terus bergantung pada transfer anggaran dari pemerintah pusat.

Seruan tersebut menguat menyusul kebijakan pemangkasan anggaran yang disebut mencapai 70 persen, yang dinilai menjadi momentum pembenahan pola pengelolaan keuangan desa.

Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Khairul Anwar, mengatakan kondisi tersebut seharusnya tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan peluang untuk membangun kemandirian desa melalui perencanaan yang lebih visioner dan berorientasi jangka panjang ditingkat desa.

“Desa bersama pemerintah kabupaten pada dasarnya diharapkan mampu berdiri secara finansial tanpa ketergantungan berlebih pada pemerintah pusat,” kata Khairul Anwar, Selasa (10/2).

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, kemandirian fiskal menjadi faktor penting agar pembangunan desa tetap berjalan berkelanjutan meski terjadi pengurangan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Selama ini ketergantungan desa terhadap dana transfer masih sangat tinggi. Di Kabupaten Sumenep, sekitar 95 persen anggaran desa disebut masih bersumber dari pemerintah pusat, baik melalui Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD).

“Karena itu, kami menilai perlu ada langkah konkret untuk mendorong desa menggali potensi lokal sebagai sumber pendapatan alternatif,” tuturnya.

Menurutnya, kreativitas dan inovasi menjadi kunci agar desa mampu bertahan di tengah perubahan dinamika ekonomi. Peran masyarakat desa menjadi unsur penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam yang tersedia.

Berita Terkait :  DPRD Sidoarjo Tetapkan Perda Disabilitas

Kondisi geografis dan sosial ekonomi Sumenep, yang didominasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, dinilai menyimpan peluang besar untuk pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Potensi alam yang dimiliki harus diolah dengan kreativitas agar menghasilkan nilai tambah. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada subsidi atau bantuan dana dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Ia berharap penguatan ekonomi lokal dapat membuat desa-desa di Kabupaten Sumenep lebih kompetitif sekaligus memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kami, desa harus lebih kreatif agar mandiri dalam pembangunan desa dan peningkatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” harapnya. [sul.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru