Konferensi pers pelaksanaan peresmian penataan Jalan Stasiun, malam pergantian tahun serta makan pecel bersama Wali Kota Kediri, di Grand Surya, Rabu (31/12).
Pemkot Kediri, Bhirawa.
Pemerintah Kota Kediri akan menggelar perayaan malam pergantian tahun 2025–2026 dengan konsep hiburan, doa bersama, dan kepedulian sosial. Kegiatan ini akan dipusatkan di kawasan Jalan Stasiun Kediri dan terbuka untuk seluruh masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri, Rony Yusianto, mengatakan rangkaian kegiatan sekaligus menjadi bagian dari peresmian kawasan baru Jalan Stasiun. Acara dibagi dalam dua sesi utama.
Sesi pertama akan dimulai pukul 19.00 hingga 21.30 WIB dengan penampilan Project Band dan Victoria Band serta berbagai hiburan menarik lainnya. Setelah itu akan masuk ke acara utama.
“Acara utama dimulai pukul 21.30 WIB, diawali seremonial, serta penyampaian kaleidoskop pembangunan kawasan Jalan Stasiun lama dan baru,” ujar Rony saat konferensi pers di Grand Surya, Rabu (31/12).
Puncak acara akan diisi oleh penampilan penyanyi nasional Rio Febrian yang dijadwalkan tampil sekitar pukul 23.00 hingga 23.45 WIB, dengan membawakan kurang lebih sepuluh lagu. Sebelum lagu terakhir, akan digelar doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh para tokoh agama Kota Kediri.
Selain hiburan, kegiatan ini juga mengusung nilai kepedulian sosial. Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial akan membuka penggalangan dana bagi korban bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatera. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui rekening resmi di dua provinsi terdampak.
Tak hanya itu, masyarakat juga diajak menikmati makan bersama 2.000 porsi nasi pecel, khas Kota Kediri, bersama Wali Kota Kediri dan jajaran Forkopimda.
Terkait rekayasa lalu lintas, Rony menegaskan bahwa Jalan Dhoho tidak ditutup, kecuali dalam kondisi tertentu. Sementara itu, area parkir disiapkan di Jalan Basuki Rahmat dan Jalan RA Kartini, yang akan mulai ditutup pada pukul 17.00 WIB. Akses kendaraan diarahkan melalui sisi selatan.
Panitia juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya satu unit ambulans dan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan, serta empat unit toilet portable yang ditempatkan di area eks Pasifik.
Sementara itu, Rio Febrian mengaku antusias dapat kembali tampil di Kota Kediri untuk menutup tahun 2025.
“Kediri itu kota yang ngangenin. Saya senang bisa menutup tahun di sini bersama masyarakat. Acaranya spesial karena ada doa lintas agama dan aksi kepedulian sosial. Semoga tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik untuk kita semua,” ujar Rio.
Ia menambahkan bahwa lagu-lagu yang dibawakan nantinya akan disesuaikan dengan suasana di lapangan, termasuk kemungkinan membawakan lagu-lagu di luar daftar yang telah disiapkan.
Dengan konsep hiburan, kebersamaan, dan kepedulian sosial, perayaan malam tahun baru di Kota Kediri diharapkan menjadi momentum refleksi dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat.(van,nov.hel)


