Sidoarjo, Bhirawa
Sebanyak 287 orang pengungsi dari berbagai negara yang selama ini ditampung di lokasi Rumah Susun (Rusun) di kawasan Puspa Agro, Desa Jemunndo, Kecamatan Taman, Selasa (21/4) kemarin, menjalani tes urine untuk mendeteksi penyalahgunaan Narkoba.
Program ini kali pertama dari Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo yang bekerjasama dengan BNNK Sidoarjo. Hadir Kepala Bakesbangpol Sidoarjo Fredik Suharto SSos MM, Kepala BNNK Sidoarjo Kombespol Gatot Sugeng Soesanto SH, Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya, Rubiyanto Sugesi Ssos MAP dan Ketua DPRD Sidoarjo Abdilah Nasih.
Menurut Kepala Bakesbangpol Sidoarjo, Fredik Suharto, tes Narkoba ini bagus sebagai indikator penting untuk melaporkan kondisi para pengungsi kepada Gubernur hingga pemerintah pusat (Menko Polhukam) serta pihak UNHCR , tentang kondisi para Imigran.
”Nanti akan kami laporkan kepada UNHCR bahwa kondisi mereka di sini baik-baik saja tanpa kena pengaruh Narkoba, komentar Fredik, disela-sela melihat proses tes Narkoba kepada para Imigran.
Dari data, para imigran yang menjalani pemeriksaan tes urine didominasi warga asal Afghanistan sebanyak 233 orang, disusul Somalia 22 orang, Sudan 12 orang, Iran 11 orang, serta sejumlah pengungsi dari Irak, Myanmar, Pakistan, hingga Eritrea.
Fredik menjelaskan, program kali pertama ini merupakan bagian dari Program Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif bagi para imigran.
Kepala BNNK Sidoarjo, Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto menambahkan, tes urine menjadi bentuk deteksi dini dan perlindungan bagi para pengungsi agar tidak terhambat dalam meraih cita-cita mereka menuju negara ketiga atau negara suka.
”Pesan saya selama waktu menunggu di Indonesia jangan sampai terlibat pelanggaran hukum yang dapat menghambat atau mempengaruhi penilaian, sehingga malah harus berurusan dengan hukum di Indonesia,” pesan Gatot kepada para imigran.
Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih SM, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas instansi program tersebut. Menurutnya, langkah preventif ini dapat membantu lingkungan di Kabupaten Sidoarjo tetap aman dan para imigran terhindar dari bahaya Narkoba.
”Dengan tes urine ini menjadi sarana edukasi kepada para Imigran agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan Narkoba, serta tidak menimbulkan kerawanan di Sidoarjo,” katanya.
Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya, Rubiyanto Sugesi SSos MAP, selama ini pihaknya fokus pada pendataan kepada Imigran untuk memastikan jumlah mereka di penampungan tetap akurat. Kini terdapat lebih dari 300 pengungsi yang terdata di Kabupaten Sidoarjo, beberapa diantaranya telah menetap hingga 14 tahun.
”Harapan kami para pengungsi baik-baik saja dan tidak mengganggu Kamtibmas, khususnya tidak ada penyalahgunaan Narkoba. Jika ada pelanggaran hukum tentu kami juga koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) di Sidoarjo,” kata Ruby dengan tegas. [kus.mg5.fen]


