28.4 C
Sidoarjo
Sunday, June 14, 2026
spot_img

Ancaman Pornografi bagi Anak-anak

Maraknya akses internet tanpa batas saat ini membawa ancaman serius bagi masa depan generasi muda, khususnya terkait bahaya pornografi yang makin mengintai anak-anak. Sebagai bagian dari masyarakat, saya merasa sangat prihatin melihat betapa mudahnya konten pornografi diakses oleh anak-anak usia sekolah, baik melalui media sosial, situs web ilegal, hingga iklan terselubung di dalam aplikasi permainan ramah anak.

Pornografi bukan sekadar masalah pelanggaran moral, melainkan sebuah ancaman nyata terhadap tumbuh kembang psikologis dan saraf otak anak. Berbagai penelitian kedokteran telah membuktikan bahwa paparan pornografi secara konsisten pada anak dapat merusak prefrontal cortex (PFC), yaitu bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengambil keputusan, mengendalikan emosi, serta membedakan mana yang benar dan salah. Ketika bagian otak ini rusak akibat kecanduan pornografi, dampaknya akan sangat fatal. Anak-anak menjadi sulit berkonsentrasi, mengalami penurunan prestasi akademik yang drastis, emosinya menjadi tidak stabil, serta rentan melakukan perilaku menyimpang.

Oleh karena itu, penanganan ancaman ini tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Perlu ada sinergi yang kuat dan nyata dari berbagai lini. Pertama, orang tua memegang peranan paling krusial sebagai benteng pertahanan utama di rumah. Orang tua harus lebih peka, aktif mendampingi anak saat berselancar di dunia maya, dan memasang aplikasi pembatas (parental control) pada perangkat anak. Komunikasi yang terbuka mengenai edukasi seksualitas yang sesuai umur juga perlu dilakukan agar anak tidak mencari informasi dari sumber yang keliru.

Berita Terkait :  Menanamkan Kembali Adab di Ruang Digital

Kedua, institusi pendidikan atau sekolah harus secara rutin mengedukasi siswa mengenai literasi digital yang sehat serta bahaya nyata dari konten pornografi. Ketiga, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika harus terus memperketat pengawasan, memblokir situs-situs porno secara total, serta menindak tegas segala bentuk penyebaran konten asusila di platform digital.

Melalui surat pembaca ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan demi melindungi buah hati kita dari bahaya laten pornografi. Jangan sampai teknologi yang seharusnya mencerdaskan bangsa, justru menjadi bumerang yang merusak masa depan anak-anak kita.

Amanda Putri
Mahasiswi, tinggal di Semolowaru, Surabaya

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!