32.8 C
Sidoarjo
Monday, June 15, 2026
spot_img

Emil Dardak : Fakultas Kedokteran UTM Jadi Katalis Layanan Kesehatan dan Pembangunan Madura

Surabaya, Bhirawa – Peluncuran Fakultas Kedokteran Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bukan hanya tonggak akademis, tetapi langkah strategis yang berpotensi memperkuat layanan kesehatan serta menggairahkan perekonomian lokal di seluruh Pulau Madura, termasuk wilayah kepulauan yang selama ini sering tertinggal akses kesehatan. Momentum ini membuka peluang agar Madura tidak hanya menghasilkan tenaga medis, tetapi juga membangun ekosistem kesehatan yang berkelanjutan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai bahwa kehadiran fakultas kedokteran tersebut merepresentasikan kematangan ekosistem pendidikan tinggi di Madura dan kesiapan daerah untuk mencetak SDM kesehatan berkualitas.

“Hari ini bukan sekadar tentang fakultas kedokteran pertama di Madura atau berapa banyak dokter yang akan dicetak. Ini adalah jawaban atas potensi Madura yang sesungguhnya. Hari ini Madura dapat mengatakan bahwa dirinya siap menjadi pulau yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul untuk masa depan,” ujarnya saat menghadiri Launching Fakultas Kedokteran sekaligus Pembukaan Dies Natalis ke-25 UTM di Bangkalan.

Langkah ini penting bagi akses layanan di pulau-pulau kecil yang selama ini bergantung pada program layanan berkala. Emil menggarisbawahi kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan sebagai tantangan yang harus terus dijawab.

“Kehadiran Fakultas Kedokteran ini merupakan tonggak penting, tidak hanya bagi Universitas Trunojoyo Madura, tetapi juga bagi upaya kita bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang unggul dan berkualitas untuk masa depan,” tegasnya.

Berita Terkait :  Goes to School, Satlantas Minta Pelajar Situbondo Hindari Balap Liar dan Bullying

Contoh nyata dari tantangan akses layanan kesehatan adalah program Layanan Kesehatan Bergerak yang sebelumnya diberangkatkan oleh Pemprov Jatim ke Pulau Sepudi, Masalembu, dan Raas, melibatkan dokter spesialis serta tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan intensif. Emil membayangkan skenario di mana Fakultas Kedokteran UTM berperan langsung.

“Bayangkan ketika Fakultas Kedokteran ini berkembang. Akan semakin banyak tenaga kesehatan terbaik yang lahir dari kampus ini dan mengabdi kepada masyarakat hingga wilayah kepulauan,” katanya.

Keberadaan fakultas juga berpotensi memperkuat sinergi antara pendidikan dan fasilitas pelayanan lokal. Emil mengapresiasi dukungan rumah sakit pendidikan di Pamekasan yang akan memperkuat proses pendidikan calon dokter di UTM. Penguatan hubungan kampus–rumah sakit ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperbesar kapasitas pelayanan kesehatan regional serta peluang penelitian kebijakan kesehatan berbasis daerah.

Selain implikasi layanan kesehatan, pembentukan fakultas kedokteran dipandang sebagai investasi sumber daya manusia yang dapat mendorong multiplier effect ekonomi daerah. Emil menyatakan bahwa pembangunan daerah bertumpu pada kualitas manusianya, sehingga investasi pendidikan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang adaptif dan produktif.

“Seperempat abad lalu UTM berdiri sebagai harapan bagi masyarakat Madura. Hari ini, setelah 25 tahun, kampus ini membuktikan mampu melahirkan Fakultas Kedokteran. Ini adalah capaian yang tidak mudah dan patut dibanggakan,” ujarnya.

Dengan menarik mahasiswa dari berbagai daerah, Fakultas Kedokteran UTM juga berpeluang memperkaya dinamika ekonomi kampus dan kota di sekitarnya, dari kebutuhan hunian mahasiswa, layanan makanan, hingga peluang kerja bagi tenaga pendukung kesehatan. Emil berharap agar fakultas itu tidak hanya menjadi tempat belajar bagi putra-putri Madura, tetapi juga magnet bagi talenta dari luar.

Berita Terkait :  SD Muhammadiyah 7 Jagir Surabaya Gelar Unjuk Karya Inovatif

“Kita ingin melahirkan dokter-dokter yang mencintai wilayah Madura hingga ke pelosok kepulauan, yang siap menjadi generasi penerus dan mengabdi di garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Di level kebijakan, momentum Dies Natalis ke-25 UTM menjadi kesempatan refleksi dan peneguhan arah pengembangan kampus: memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat agar lulusan mampu menjawab kebutuhan lokal sekaligus berdaya saing nasional. Emil optimistis UTM akan terus berkembang menjadi institusi yang berdampak bagi Madura dan Jawa Timur.

“Seperempat abad merupakan perjalanan yang penuh makna. Saya optimistis Universitas Trunojoyo Madura akan terus berkembang menjadi kampus yang unggul, berdampak, dan semakin berkontribusi bagi kemajuan Madura, Jawa Timur, dan Indonesia,” tuturnya.

Kehadiran fakultas kedokteran di Bangkalan diperkirakan akan menjangkau manfaat bagi seluruh Madura, termasuk Kabupaten Sumenep dan kepulauan sekitarnya. Emil menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk bersinergi mendukung pengembangan Fakultas Kedokteran UTM agar tumbuh menjadi institusi pendidikan kesehatan yang unggul dan berdampak luas bagi masyarakat.

Acara peluncuran ini turut dihadiri tokoh-tokoh penting, seperti Anggota DPR RI Komisi I Slamet Ariadi, Deputi bidang koordinasi peningkatan kualitas kesehatan Kemenko PMK Sukadiono, Rektor UTM Safi’, Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far, serta perwakilan Forkompinda Bangkalan, Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz, dan para pejabat pendidikan tinggi regional.

Kehadiran para stakeholder itu menandai dukungan multi-pihak yang diperlukan agar fakultas ini bisa memenuhi perannya sebagai katalis perubahan pelayanan kesehatan dan pembangunan lokal.

Berita Terkait :  Dosen Untag Surabaya Teliti Komunikasi Digital dan Inovasi Pokdarwis Desa Bedingin Promosikan Desa Wisata

Dengan fokus pada pengembangan SDM kesehatan dan jangkauan layanan ke wilayah terpencil, Fakultas Kedokteran UTM diposisikan bukan sekadar sebagai institusi akademik baru, tetapi sebagai motor penggerak transformasi sosial-ekonomi Madura.

Emil menutup sambutannya dengan ucapan selamat untuk ulang tahun UTM dan harapan besar terhadap masa depan fakultas.

“Selamat Dies Natalis ke-25 Universitas Trunojoyo Madura. Semoga UTM terus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Selamat pula atas launching Fakultas Kedokteran yang menjadi tonggak baru penguatan SDM kesehatan Jawa Timur,” pungkasnya. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!